Potensi Penyakit Kanker pada Manusia Akibat Konsumsi Rutin Susu Sapi Peranakan Friesian Holstein (PFH) dengan Estrogen Tinggi : Review

Zurriyatina Qurrota A’yun, Yudhistira Indra Pratama, Yosephine Laura Raynardia Esti Nugraheni

Sari


Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui potensi resiko penyakit kanker pada manusia akibat konsusmsi rutin susu dengan kadar estrogen tinggi. Penelitian mengenai bahaya konsumsi susu dengan estrogen tinggi pada sapi bunting yang diperah banyak dilakukan di negara maju. Metode yang digunakan pada penulisan artikel adalah studi literatur dengan analisis deskriptif. Sapi bunting memiliki kadar estrogen yang lebih tinggi dibanding sapi non-bunting. Jumlah estradiol yang dimiliki susu rata-rata 0,53 dan 0,22 pg/mL di hari ke-60 kebuntingan pada sample darah dan susu, serta meingkat menjadi 3,1 dan 7,4 pg/mL di hari ke-238 kebuntingan. Sebuah studi menyatakan bahwa sebuah sample dari sapi maupun perusahaan susu hanya mengandung puluhan hingga ratusan hormon estrogen (estron dan asam estron) yang jumlahnya jauh dari standar maksimal yang ditetapkan U.S. Food and Drug Administration (FDA) yakni sebesar <1% dari jumlah hormon yang diproduksi manusia perhari.  Konsumsi susu tiga kali sehari hanya mengandung 0,1% dari produksi hormon yang sama dalam tubuh manuisa. Sebuah studi dari epidemiologi gagal membuktikan bahwa konsumsi susu sebanding dengan angka kejadian kasus kanker testis dan payudara pada manusia. Hal ini karena individu mengkonsumsi produk susu yang berbeda. Sehingga dapat disimpulkan bahwa konsumsi susu secara rutin tidak dapat memicu kanker dan dampak berbahaya lain karena kadar estrogen dari susu jauh dibawah kadar estrogen normal yang dimiliki manusia.


Kata Kunci


estrogen, estradiol, kanker, susu sapi

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats