Implementasi Konsep Triple Bottom Line (TBL) dalam Pemberdayaan Masyarakat Lahan Kritis di Camp Bell 2 Edupark Boyolali

Nurul Wahidah Rahmatika, Joko Winarno, Hanifah Ihsaniyati

Sari


PT. Pertamina (Persero) merupakan perusahaan BUMN yang menjalankan bisnis pengolahan
di bidang perminyakan dan gas, sehingga PT. Pertamina mempunyai kewajiban dan tanggung jawab untuk turut serta membangun masyarakat seiring dengan kemajuan dan keberlangsungan bisnisnya. Salah satu upaya tersebut dikemas dalam program Corporate Social Responsibility (CSR). Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Boyolali sebagai salah satu unit PT. Pertamina telah menjalankan program CSR dengan rujukan konsep Triple Buttom Line (TBL) melalui sebuah  agrowisata yang bernama Camp Bell 2 Edupark. Agrowisata ini dibangun untuk memanfaatkan lahan kritis milik kas desa yang terletak di Desa Tawangsari. Dalam penelitian ini, penulis mengungkap imlpementasi konsep TBL melalui program pemberdayaan CSR PT. Pertamina bagi masyarakat Desa Tawangsari. Hasil penelitian ditemukan bahwa PT. Pertamina menggunakan tiga konsep tersebut dalam pembangunan dan pengembangan kawasan agrowisata yang dijalankan dengan beberapa strategi kegiatan CSR. Adapun faktor pendukung yang dominan di dalam implementasi TBL yaitu sumber daya alam dan faktor penghambat dominan yaitu sumber daya manusia. Faktor-faktor ini akan menjadi rumusan implementasi konsep TBL yang sesuai harapan masyarakat Desa Tawangsari.


Kata Kunci


pemberdayaan, CSR, triple bottom line, pengembangan agrowisata

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats