Analisis Tumbuh Tanaman Kedelai (Glycine max L. Merril) pada Tanah Bekas Bioaktivator dan Trichoderma dengan Kombinasi Dosis Pupuk Anorganik

Anisa Arlis Setia, Podesta Fiana, Armadi Yukiman, Harini Ririn, Suryadi Suryadi

Sari


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis tumbuh tanaman kedelai (Glycine max l. Merril) pada tanah bekas bioaktivator Trichoderma dengan kombinasi dosis pupuk anorganik.  Rancangan yang digunakan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor yaitu faktor pertama tanah bekas bioaktivator Trichoderma (A) : A1 (tanah bekas bioaktivator Trichoderma ragi), A2 (tanah bekas bioaktivator Trichoderma nasi basi), A3 (tanah bekas bioaktivator Trichoderma rumen sapi), sedangkan faktor kedua kombinasi dosis pupuk anorganik (B) : B1 (12,5 kg Urea/ha + 100 kg Sp-36/ha + 50 kg Kcl/ha), B2 (25 kg Urea/ha + 50 kg Sp-36/ha + 50 kg Kcl/ha), B3 (25 kg urea/ha + 100 kg sp-36/ha + 25 kg kcl/ha) masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan variable pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, berat basah tanaman, berat kering tanaman, laju asimilasi bersih, laju tumbuh relative, indeks luas daun, source dan sink. Hasil data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (anova) dan apabila berbeda nyata dilakukan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukan bahwa tanah bekas bioaktivator Trichoderma berpengaruh sangat nyata terhadap luas daun 14 hst, berpengaruh nyata terhadap berat basah tanaman 14 hst dan laju asimilasi bersih 28 hst.  Sedangkan pupuk anorganik tidak berpengaruh nyata terhadap semua pengamatan.  Dan tidak terjadi interaksi antara tanah bekas bioaktivator Trichoderma dengan kombinasi dosis pupuk anorganik terhadap semua pengamatan.


Kata Kunci


kedelai, tanah bekas, pupuk anorganik

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats