Kajian Perbandingan Penggunaan Pemanenan Air Hujan untuk Budidaya Tomat dengan Menggunakan Media Tanam Kompos Arang Sekam dan Kompos Cocopeat Selama Pandemi Covid-19

Matthew Sudirgo, Nurpilihan Bafdal, Dwi Rustam

Sari


Keterbatasan ketersediaan air atau biasa disebut dengan kelangkaan air disebabkan oleh penggunaan air yang terus meningkat baik dari sektor pertanian, indusri, rumah tangga serta perubahan iklim global. Salah satu cara menghadapi terbatasnya ketersedian air adalah dengan cara pemanenan air hujan secara optimal. Jika air limpasan ini ditampung pada suatu penampungan, maka air tersebut bisa dimanfaatkan untuk air irigasi. Tomat adalah sumber vitamin dan mineral. Budidaya tomat semakin lama semakin luas karena dikonsumsi sebagai tomat segar dan bumbu masakan serta bahan baku industri makanan seperti sari buah dan saus tomat. Tomat menjadi salah satu komoditas hortikultura yang bernilai ekonomi tinggi dan masih memerlukan penanganan lebih, terutama dalam hal peningkatan hasilnya dan kualitas buahnya. Pengelolaan produksi tomat yang berfluktuatif ini dapat ditingkatkan menggunakan sistem hidroponik.Tujuan dari penelitian kali ini adalah mengetahui jumlah konsumsi air tanaman dengan media yang berbeda, kualitas air hujan Jatinangor, dan jumlah air yang dapat ditampung dalam waktu tertentu. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah analisis deskriptif. Metode ini mengumpulkan data lalu dianalisis berdasarkan literatur yang tersedia. Hasil penelitian menunjukkan jumlah pemanenan air hujan selama bulan Januari sampai dengan Maret adalah 16.827, 7 L. Parameter kualitas air hujan yang digunakan adalah pH, TSS, TDS, DHL, EC, dan kekeruhan. Kualitas air hujan Jatinangor termasuk dalam kategori baku mutu air kelas empat sehingga bisa digunakan untuk kebutuhan irigasi. Jumlah konsumsi air tanaman tomat dengan media tanam campuran kompos cocopeat dan kompos arang sekam menunjukkan jumlah konsumsi yang berbeda. Faktor yang membedakan jumlah konsumsi air campuran media tanam yang berbeda adalah kadar C/N, kemampuan menyerap air, dan sirkulasi air. Konsumsi air yang dibutuhkan selama musim penanaman tomat dengan dua media tanam yang berbeda dapat dicukupi dengan pemanenan air hujan yang dilakukan. Penelitian ini dilakukan saat pandemi Covid-19 menyebar sehingga data terkumpul sampai dengan 78 hari setelah tanam.

Kata Kunci


arang sekam, kompos, hidroponik, iklim mikro, pemanenan air hujan

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats