Kajian Kesuburan Tanah di Kabupaten Madiun

Muhammad Muhammad, Uftori Wasit

Sari


Tanah merupakan salah satu komponen dasar dalam meningkatkan produktivitas tanaman. Tanah dikatan subur apabila fase padat mengandung cukup unsur hara dan cukup air serta udara bagi pertumbuhan tanaman. Banyaknya unsur hara di dalam tanah tidak menjamin tanaman dapat tumbuh dengan baik dan berproduksi tinggi, tetapi tergantung juga dari hubungan air dan udara yang memungkinkan tanaman dapat mempergunakan unsur hara tersedia secara efisien. Hasil analisis laboratorium menggambarkan sebagai berikut; kabupaten madiun mempunyai tekstur liat, liat berdebu, lempung, lempung berdebu, lempung berliat. Status pH tanah adalah agam masam hingga netral. Nilai kapasitas tukar kation (KTK) cukup tinggi. Kandungan C-organik mayoritas rendah dan sangat rendah. Kandungan nitrogen total dalam tanah rendah. Kandungan fosfat bervareasi dari bernilai sedang, rendah dan sangat rendah. Kandungan kalium tergolong sangat rendah. Kandungan natrium rendah dan sedang. kandungan calsium bervareasi dari sedang, tinggi dan sangat tinggi. Kandungan magnesium bervareasi dari kandungan magnesium sangat rendah, Rendah, Sedang dan Tinggi. Hasil kajian kesuburan tanah kabupaten madiun harus melakukan sebagai berikut; Pengolahan tanah, pengolahan air dan perbaikan drainase. Menambahkan kapur pertanian (kaptan) atau dolomit. Penambahan pupuk yang mengandung Mg. Penambahan pupuk organik dan dikombinasikan dengan pupuk anorganik.Tanah merupakan salah satu komponen dasar dalam meningkatkan produktivitas tanaman. Tanah dikatan subur apabila fase padat mengandung cukup unsur hara dan cukup air serta udara bagi pertumbuhan tanaman. Banyaknya unsur hara di dalam tanah tidak menjamin tanaman dapat tumbuh dengan baik dan berproduksi tinggi, tetapi tergantung juga dari hubungan air dan udara yang memungkinkan tanaman dapat mempergunakan unsur hara tersedia secara efisien. Hasil analisis laboratorium menggambarkan sebagai berikut; kabupaten madiun mempunyai tekstur liat, liat berdebu, lempung, lempung berdebu, lempung berliat. Status pH tanah adalah agam masam hingga netral. Nilai kapasitas tukar kation (KTK) cukup tinggi. Kandungan C-organik mayoritas rendah dan sangat rendah. Kandungan nitrogen total dalam tanah rendah. Kandungan fosfat bervareasi dari bernilai sedang, rendah dan sangat rendah. Kandungan kalium tergolong sangat rendah. Kandungan natrium rendah dan sedang. kandungan calsium bervareasi dari sedang, tinggi dan sangat tinggi. Kandungan magnesium bervareasi dari kandungan magnesium sangat rendah, Rendah, Sedang dan Tinggi. Hasil kajian kesuburan tanah kabupaten madiun harus melakukan sebagai berikut; Pengolahan tanah, pengolahan air dan perbaikan drainase. Menambahkan kapur pertanian (kaptan) atau dolomit. Penambahan pupuk yang mengandung Mg. Penambahan pupuk organik dan dikombinasikan dengan pupuk anorganik.

Kata Kunci


Kesuburan; Tanah; Madiun

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Achmad, S.R. and Putra, R.C., 2016. Respon Tanaman Karet Di Pembibitan Terhadap Pemberian Pupuk Majemuk Magnesium Plus Mikro. Indonesian Journal of Natural Rubber Research, 34(1), pp.49-60.

Gunadi, N., 2009. Kalium sulfat dan kalium klorida sebagai sumber pupuk kalium pada tanaman bawang merah. Jurnal Hortikultura, 19(2).

Hakim. 1986. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Universitas Lampung: Lampung.

Hanafiah, K.A., 2005. Dasar-dasar ilmu tanah. PT RajaGrafindo Persada.

Hardiani, H., 2009. Potensi tanaman dalam mengakumulasi logam Cu pada media tanah terkontaminasi limbah padat industri kertas. BS, 44(1), pp.27-40.

Musthofa (2007). Mustofa, A. 2007. Perubahan Sifat Fisik,Kimia dan Biologi Tanah Pada Hutan Alam yang Diubah Menjadi Lahan Pertanian Di Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser. (Skripsi). Bogor. Fakultas Kehutana Institut Pertanian Bogor.

Nariratih, I., Damanik, B., Majid, M., Sitanggang, G. and Sitanggang, G., 2013. Ketersediaan nitrogen pada tiga jenis tanah akibat pemberian tiga bahan organik dan serapannya pada tanaman jagung. Jurnal Agroekoteknologi Universitas Sumatera Utara, 1(3).

Rosmarkan, A dan Yuwono, N.W. 2002. Ilmu Kesuburan Tanah. Penerbi Kanisius, Yogyakarta

Sada, N.A., Rahman, N. and Supriadi, S., 2014. Analisis Kadar Mineral Natrium dan Kalium pada Daging Buah Nanas (Ananas comosus (L) Merr) di Kota Palu. Jurnal Akademika Kimia, 3(2), pp.93-97.

Soewandita, H., 2012. Studi kesuburan tanah dan analisis kesesuaian lahan untuk komoditas tanaman perkebunan di kabupaten Bengkalis. Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia, 10(2).


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats