Deteksi Kecernaan Pakan pada Domba Ekor Tipis (DET) Jantan Muda Menggunakan Kepipihan Feses dan Partikel Feses

Febri Puji Lestari, V. Restitrisnani, Sutaryo Sutaryo, A. Purnomoadi

Sari


Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara nilai kecernaan pakan dengan kepipihan feses dan hubungan antara nilai kecernaan pakan dengan partikel feses pada domba ekor tipis jantan muda. Materi yang digunakan adalah 20 ekor domba Lokal jantan umur 3 - 4 bulan  dengan rerata bobot badan 13,03 ± 2,30 kg (CV = 17,63%). Domba diberi pakan dengan PK 13% dan PK 15% dengan pakan sumber protein berupa bungkil kedelai dan tepung ikan. Parameter yang  diukur adalah kepipihan feses, partikel feses dan kecernaan pakan. Kepipihan feses diukur dengan pengumpulan feses sebanyak 20 g (± 10 butir) yang kemudian dipipihkan dengan pengulangan 10 kali untuk satu ekor ternak dan partikel feses diukur dengan merendam feses sebanyak 10 g dengan 50 ml air selama 24 jam, kemudian di rendam hingga lolos saringan 0,10 mm dan 0,05 mm. Penentuan nilai kecernaan diukur dengan metode total koleksi selama 7 x 24 jam. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan korelasi regresi untuk menentukan korelasi antara kepipihan feses dengan kecernaan bahan kering dan korelasi antara partikel feses dengan kecernaan bahan kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepipihan feses dan kecernaan mempunyai korelasi positif nyata yaitu 0,5 (P>0,05) dan hubungan antara partikel feses dan kecernaan mempunyai korelasi positif nyata yaitu 0,38 (P<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah kepipihan dan partikel feses mempunyai hubungan dengan kecernaan, sehingga kepipihan dan partikel feses dapat digunakan sebagai metode alternatif dalam menentukan bahan kering pakan.


Kata Kunci


Kecernaan, kepipihan feses, partikel feses, dan domba ekor tipis.

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats