Kajian Teknik Pemipilan Jagung di Dusun Pakis, Dlingo, Bantul, DI Yogyakarta

Muhammad - Fajri, Mahargono Kobarsih, Purwaningsih Purwaningsih, Erni Apriyati, Sulasmi Sulasmi, Titiek Farianti Djaafar, Siti Dewi Indrasari

Sari


Pemipilan merupakan bagian dari penanganan pascapanen jagung. Penelitian ini bertujuan mengkaji beberapa teknik pemipilan jagung. Pengkajian dilaksanakan di Dusun Pakis II, Bantul pada bulan Januari – Desember 2016. Metode pengkajian adalah survey dan eksperimen. Data yang dikumpulkan adalah karakteristik petani dan kinerja alat pemipil. Bahan berupa jagung yang ditanam petani setempat. Alat pemipil bersifat semi mekanis dan mekanis/mesin. Pengkajian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) 2 faktor, yaitu teknik pemipilan dan varietas jagung. Teknik pemipilan ada 3 taraf, yaitu pemipilan dengan tangan, alat semi mekanis dan alat mekanis. Varietas yang digunakan yaitu BISI 2, Super Asia Gold dan lokal. Ulangan sebanyak 3 kali. Parameter mutu berupa kadar air, kadar butir rusak, kadar butir pecah dan kadar kotoran. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa kapasitas pemipilan untuk BISI 2 adalah 24,90 kg/jam(manual), 62,48 kg/jam (semi mekanis), 201,87 kg/jam (mesin); Super Asia Gold sebesar 16,71 kg/jam (manual), 39,55 kg/jam (semi mekanis) dan 192,69 kg/jam (mesin); Jagung lokal 11,71 kg/jam (manual), 19,61 kg/jam (semi mekanis), dan 188,81 kg/jam (mesin). Rendemen pemipilan untuk BISI 2 sebesar 84,97 % (manual), 75,06 % (semi mekanis) dan 64,99 % (mesin); Super Asia Gold sebesar 88,91 % (manual), 80,43 % (semi mekanis), dan 66,13 % (mesin); jagung lokal 80,39 % (manual), 69,71 % (semi mekanis) dan 74,99 % (mesin). Efisiensi pemipilan untuk BISI 2 sebesar 100% (manual), 85,70 % (semi mekanis), dan 52,99 % (mesin); Jagung Super Asia Gold sebesar 100 % (manual), 87,93 % (semi mekanis) dan 14 % (mesin). Jagung lokal sebesar 100 % (manual), 83,23 % (semi mekanis) dan 77,29 % (mesin). Kelas mutu jagung dengan cara manual adalah kelas I, sedangkan cara semi mekanis dan mesin adalah kelas II dan kelas III.

 


Kata Kunci


alat pemipil, varietas jagung, mutu jagung

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Daftar Pustaka

Anonim. 2015. Rencana Strategis Kementerian Pertanian Tahun 2015 – 2019. Jakarta. http://www.pertanian.go.id/file/RENSTRA_2015-2019.pdf. Diunduh 13 November 2015.

Badan Standardisasi Nasional. 1995. SNI Jagung Pipilan Nomor 01-3920-1995. Jakarta, BSN.

Firmansyah, I.U., M. Aqil, dan Y. Sinuseng. 2007.Penanganan Pasca Panen Jagung Di dalam: Sumarno et al. (Editor). Jagung: Teknik Produksi dan Pengembangan. Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Bogor.

Kusriningrum, R. 2010. Rancangan Percobaan. Cetakan ke-1. Dani Abadi. Surabaya.

Qanytah dan Prastuti. 2008. Penerapan Teknologi Pasca Panen Jagung di Desa Kedawung, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal. Prosiding Seminar Nasional Teknik Pertanian 2008 - Yogyakarta, 18-19 November 2008. Halaman 1- 12.

Romadhani,R. 2014. Evaluasi Kinerja Proses Pemipilan Jagung Menggunakan Mesin Pemipil Jagung Tipe PJ-700 Untuk Berbagai Varietas Jagung. Skripsi di Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember.

Soekartawi. 1995. Analisis Usahatani. Penerbit Universitas Indonesia. Jakarta.

Teuku, B. 2011. Ilmu tekknik pertanian. http://ilmuteknikpertanian.blogspot.com/2011/04/alat-pemipil-jagung.html, diakses 24 Maret 2019

Umar, S. 2011. Teknologi Alat dan Mesin Pasca Panen Sebagai Komponen Pendukung Usaha Tani Jagung di Lahan Kering Kalimantan Selatan. Jurnal Agrista 15 Fakultas Pertanian Syiah Kuala Banda Aceh (3) : 109 – 115.

Warisno. 2007. Jagung Hibrida. Kanisius. Yogyakarta.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats