Analisis Risiko Produksi, Harga dan Pendapatan Usahatani Salak di Kecamatan Turi Kabupaten Sleman

Melisa Pratiwi, Agustono Agustono, Aulia Qonita

Sari


Perkembangan sektor pertanian tidak hanya komoditas tanaman pangan, tetapi juga tanaman perkebunan dan hortikultura. Salak merupakan salah satu komoditas hortikultura yang banyak dikembangkan di Kabupaten Sleman khususnya di Kecamatan Turi. Jenis salak yang banyak dibudidayakan adalah salak pondoh dan salak gading. Budidaya salak di Kecamatan Turi tidak terlepas dari beberapa kendala karena terdapat sebuah risiko produksi, harga dan pendapatan di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya dan pendapatan yang diperoleh petani salak pondoh dan gading; mengetahui tingkat risiko produksi, harga dan pendapatan usahatani salak pondoh dan gading; serta mengetahui upaya penanggulangan risiko tersebut. Hasil analisis usahatani menunjukkan bahwa besarnya rata-rata biaya yang dikeluarkan petani salak pondoh yaitu Rp. 27.986.400/Ha dan salak gading sebesar Rp. 30.219.300/Ha. Rata-rata pendapatan yang diterima petani salak pondoh yaitu Rp. 18.434.800/Ha dan salak gading sebesar Rp. 37.313.600/Ha. Risiko produksi usahatani untuk luasan lahan 1 Ha salak pondoh adalah 0,04 dan salak gading sebesar 0,14. Risiko harga usahatani salak pondoh adalah 0,22 dan salak gading sebesar 0,1. Risiko pendapatan untuk luasan lahan 1 Ha usahatani salak pondoh adalah 0,82 dan salak gading sebesar 0,70. Usahatani salak pondoh lebih berisiko dibandingkan salak gading pada aspek harga dan pendapatan. Upaya penanggulangan risiko masih terdapat tidak kesesuaian dengan anjuran dari penyuluh pertanian. Penyuluhan pertanian yang lebih intensif perlu dilakukan agar upaya penanggulangan risiko semakin baik kedepannya.


Kata Kunci


Risiko Produksi; Risiko Harga; Risiko Pendapatan

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats