Luas Hawar sebagai Variabel Ketahanan Padi Berbasis Kehilangan Hasil oleh Infeksi Rhizoctonia Solani

Lucky Laksita Hapsari, Hadiwiyono Hadiwiyono, Susilo Hambeg Poromarto

Sari


Penyakit hawar pelepah daun (HPD)  yang disebabkan oleh jamur Rhizoctonia solani adalah salah satu penyakit penting yang dapat menyebabkan kehilangan hasil panen yang sangat berarti. Ketahanan menjadi salah satu pengendalian yang penting dalam pengelolaan HDP secara terpadu.  Umumnya kegiatan penapisan varietas tahan  terhadap HDP menggunakan keparahan penyakit sebagai variabel utama untuk menentukan klasisfikasi tingkat ketahanan/kerentahan varietas.  Keparahan penyakit yang digunakan berbasis skoring tinggi hawar dengan tinggi tanaman.  Hal ini akan menghadapi kendala dan kurang komparabel ketika antarvarietas secara genetika memiliki tinggi tanaman yang bervariasi secara berarti.  Hal ini menyebabkan hubungan kereratan antara keparahan penyakit dengan kehilangan hasil menjadi rendah.  Oleh karena itu perlu dicari alternatif variabel lain yang lebih erah hubungannya dengan kehilangan hasil oleh infeksi patogen HPD. Makalah ini melaporkan hasil analisis hubungan antara luas hawar pada pelepah dan daun terhadap kehilangan hasil. Data dikumpulkan berdasarkan inokulasi artifisual di rumah kaca pada Inpari13, IR64, Srikiti dan Padi Hitam. Luas hawar dan keparahan penyakit digunakan sebagai varibel bebas terhadap kehilangan hasil. Kedua variabel dilakukan pengukuran pada saat umur panen. Analisis hubungan luas hawar dan keparahan penyakit berdasarkan nilai koefisien determinasi dan korelasi regresi sederhana. Hasil korelasi antara keparahan penyakit dan kehilangan hasil menunjukkan nilai 0,333 yang artinya ada hubungan positif, sementara korelasi antara luas hawar dan kehilangan hasil menunjukkan nilai 0,52, dan korelasi tinggi tanaman dan kehilangan hasil menunjukkan  nilai 0,093. Dengan demikian, dapat disebutkan bahwa luas bercak lebih representatif digunakan sebagai variabel toleransi sebab koefisien korelasi seolah- olah semakin tinggi tanaman, keparahan penyakitnya semakin rendah. Karena keparahan penyakit yang semakin rendah maka toleransinya semakin tinggi.


Kata Kunci


toleransi, skoring penyakit, padi hitam, srikiti, luas hawar, Rhizoctonia solani

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Aktaruzzaman, Shafiqul Islam, Mammunur Rasyid. 2012. Fungicidal management of sheath blight of rice. Saarbucken (Germany): Lambert Academic Publishing

Bashar M, Hossain M, Rahman M, Uddin M, Begum M. 2010. Biological control of sheath blight disease of rice by using antagonistic bacteria. Bangl J Sci Ind Res 45:225–32.

Groth DE, Bond JA. 2007. Effects of cultivars and fungicides on rice sheath blight , yield , and quality. Plant Dis 91 (12): 1647–50.

Guo Q, Kamio A, Sharma BS, Sagara Y, Arakawa M, Inagaki K. 2006. Survival and subsequent dispersal of rice sclerotial disease fungi, Rhizoctonia oryzae and Rhizoctonia oryzae sativae, in paddy fields. Plant Dis. 90:615–622.

Inagaki K, Qingyuan G, Maso A. 2004. Overwintering of rice sclerotial disease fungi, Rhizoctonia and Sclerotium spp. in paddy fields in Japan. Plant Pathol J. 3(2):81–87.

Mew TW, Gonzales P.1982. A Handbook of Rice Seedborne Fungi. Edited by Lopez and Hardy. Enfield (US): Science Publishers, Inc.

Nuryanto B, Priyatmojo A. 2014. Pengaruh Tinggi Tempat Dan Tipe Tanaman Padi Terhadap Keparahan Penyakit Hawar Pelepah. Penel. Pert. Tan. Pangan 33(1)

Nuryanto, B. 2017. Penyakit hawar pelepah (Rhizoctonia solani) pada padi dan taktik pengelolaanya. Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia 21(2): 6371.

Sasmita PN, Sitaresmi T, Daradjat AA. 2011. Variabilitas genetik dan toleransi plasma nutfah terhadap cekaman suhu rendah di dataran tinggi Kalibening, Banjarnegara. Setyawan AD, Sugiyarto, Pitoyo A, Hernawan UE, Widiastuti (ed) Prosiding Seminar Ilmiah Hasil Penelitian Padi Nasional. Sukamandi: BB Padi.

Semangun H. 2008. Penyakit-penyakit tanaman pangan di Indoesia.2nd Ed. Yogyakarta (ID): Gadjah Mada University Press

Sitaresmi T, Wening RH, Rakhmi AT, Yunani N, Susanto U. 2013. Pemanfaatan plasma nutfah padi varietas lokal dalam perakitan varietas unggul. Iptek Tan Pangan 8(1): 22-30

Sudir, B. Sutaryo. 2011. Reaksi padi hibrida terhadap penyakit hawar daun bakteri dan hubungannya dengan hasil gabah. Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan 30(2): 88-94


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats