Persepsi dan Pola Perilaku Masyarakat dalam Pengembangan Pertanian Perkotaan sebagai Upaya Memperkuat Sistem Ketahanan Pangan Keluarga: Studi Kasus Kota Makassar Sulawesi Selatan

Abdullah Abdullah, Abdul Haris, Annas Boceng

Sari


Penelitian ini menggunakan kerangka konseptual Theory of Planned Behavior untuk menjelaskan pembentukan perilaku dalam pengembangan pertanian perkotaan.  Tujuan penelitian adalah   mempelajari pola pembentukan perilaku masyarakat dan faktor-faktor mempengaruhinya dalam pengembangan pertanian perkotaan sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan di kota Makassar.   Penelitian survei analitis pendekatan kuantitatif menggunakan kuesioner tertutup terhadap variabel pembentuk perilaku: sikap, motivasi, norma subyektif, pengetahuan pertanian perkotaan, dan pengetahuan lingkungan. Jawaban setiap item instrumen menggunakan skala Likert.  Sampel diambil secara probability sampling sebanyak 300 orang. Analisis model perilaku  pengembangan pertanian perkotaan menggunakan Structural Equation Model (SEM) berbantukan software AMOS versi 22.  Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan lingkungan secara kausal  tidak menjadi faktor penggerak langsung terjadinya perilaku dan  hanya berkontribusi melalui pembentukan sikap.  Pengetahuan pertanian perkotaan  secara kausal  menjadi faktor penggerak langsung terjadinya perilaku pengembangan pertanian perkotaan.  Selain itu, juga berpengaruh kuat sebagai faktor penggerak dengan arah hubungan positif terhadap munculnya motivasi, kepatuhan terhadap norma-norma subyektif dan  perilaku pengembangan pertanian perkotaan.  Motivasi  secara kausal  menjadi  faktor penggerak secara langsung pembentukan sikap. Variabel sikap sebagai intervening  terhadap variabel motivasi dan norma subyektif menuju pembentukan perilaku pengembangan pertanian perkotaan.

Kata Kunci


Pertanian; Perkotaan; persepsi; perilaku; SEM

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Ajzen, I. 2001. The Theory of Planned Behavior. Journal of Organization Behavior and Human Decision. Processes 506179-24.

Ajzen, I. 2002. Constructing TPB Questionnaire: Conceptual and Methodological Conciderations. http://people.umass.edu/aizen/pdf/tpb.measurement.pdf.

Anderson, L.W. and Krathwohl, David R. 2001. A taxonomy for learning, Teaching and Assessing: A revision of educational objectives. New York: Eddison Wesley Longman Inc.

BPS Kota Makassar. 2018. Makassar Dalam Angka 2018.

Brown, K. H and A.Carter. 2003. Urban Agriculture and Community Food Security in the United States: Farming from the City Center to the Urban Fringe. A Primer Prepared by the Community Food Security Coalition’s North American Urban Agriculture Committee. Published by the Community Food Security Coalition, Venice California. www. Foodsecurity.org. Diakses: 14 – 8- 2014.

Butler L. & D.M. Maronek. 2002 Urban and agricultural communities: Opportunities for common ground. Council for Agricultural Science and Technology. Ames Iowa.

Dubbeling, M., H. de Zeeuw; and R. van Veenhuizen. 2010. Cities, Poverty, and Food: Multi-stakeholders Policy and Planning in Urban Agriculture. Canada: Practical Action Publishing Ltd.

Elliott, J.A. 2006. An Introduction to Sustainable Development. 3rded. Routledge. Taylor & Francis Group. London.

[FAO] Food and Agriculture Organization, 2003. Trade Reform and Food security-Conceptualizing the Lingkages. Food and Agriculture Organization. Rome.

Ferdinand, A. T. 2006. Structural Equation Modelling Dalam Penelitian Manajemen: Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang.

Haryono, S. dan P. Wardoyo. 2012. Structural Equation Modeling: Untuk Penelitian Manajemen Menggunakan AMOS 18.00. Jakarta: Intermedia Peronalia Utama.

Karyanto, P. 2011. Membangun Perilaku Masyarakat Arif Lingkungan Hidup. Makalah Seminar Nasional IX pendidikan Biologi FKIP UNS-Solo.

Listya Cahya, D. 2014. Kajian Peran Pertanian Perkotaan dalam Pembangunan Perkotaan Berkelanjutan (Studi Kasus: Pertanian Tanaman Obat Keluarga di Kelurahan Slipi, Jakarta Barat). J. Forum Ilmiah, Volume 11 Nomor 3, September 2014.

Lovell, S. T. 2010. Multifunction urban agriculture for sustainable land use planning in the United States. Sustainability 2010, 2, 2499-2522; doi:10.3390/su2082499. p: 2500 – 2522.

Morissan, Andy Corry, dan Farid H.U. 2012. Metode Penelitian Survey. Jakarta: Kencana 426 hal.

Pretty, J. 2003. Social Capital. CTA Working Document. The ACP-EU CTA Publisher Essex, UK.

Purwanto, S.A. 2010. Bertani di Kota, Berumah di Desa: Studi Kasus Pertanian Kota di Jakarta Timur. Disertasi. Program Pascasarjana Departemen Antropologi UI Jakarta.

Suryandari, R. Y. 2010. Pengembangan Pertanian Perkotaan Impian Mewujudkan Kota yang Berkelanjutan. Jurnal PLANESATM Volume 1, Nomor 2, November 2010. pp. 106-112.

Tyas Respati, N. W. 2011. Pengaruh Locus of Control Terhadap Hubungan Sikap Manajer, Norma-Norma Subyektif, Kendali Perilaku Persepsian, dan Intensi Manajer dalam Melakukan Kecurangan Penyajian Laporan Keuangan. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia. Volume 8 - No. 2, Desember 2011:123 – 140.

Widyawati, Nugraheni. 2013. Urban Farming: Gaya bertani spesifik kota. Yogyakarta: Lily Publisher.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats