Uji Pemangkasan dan Dosis Fungisida pada Budidaya Kedelai (Glycine Max. L)

Okki Mahastiti, Supriyono Supriyono, Sri Nyoto

Sari


Kedelai merupakan tanaman pangan terpenting penghasil protein nabati.
Kebutuhan kedelai terus meningkat sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk di
Indonesia. Hasil kedelai di Indonesia berfluktuasi, hal ini terjadi karena perbedaan
cara budidaya. Salah satu teknik budidaya kedelai yang diperkirakan dapat
meningkatkan hasil yaitu dengan pemangkasan. Sebagian masyarakat telah
mengenal teknik budidaya tersebut, tetapi studi tentang pemangkasan pada kedelai
masih sedikit dilakukan. Pemangkasan atau topping menyebabkan perlukaan pada
batang tanaman. Hal tersebut memungkinkan terjadinya infeksi jamur. Untuk itu
perlakuan fungisida juga dicobakan pada penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk
mendapatkan pertumbuhan dan hasil kedelai yang lebih baik dengan memberikan
perlakuan pemangkasan dengan penambahan fungisida.
Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapangan Fakultas Pertanian UNS
di Jumantono, Karanganyar. Pengamatan hasil dilakukan di Laboratorium Ekologi
dan Manajemen Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret
Surakarta. Penelitian diselenggarakan mulai September 2018 sampai Januari 2019.
Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) 1 faktor dengan
5 perlakuan yang diulang sebanyak 5 kali. Perlakuan yang dicobakan yaitu, P0:
tanpa pemangkasan; P1: pemangasan dengan fungisida dosis 0 g/l; P2:
pemangasan dengan fungisida dosis 1 g/l, P3: pemangkasan dengan fungisida dosis
2,25 g/l; P3: pemangkasan dengan fungisida dosis 3,5 gr/l. Data yang diperoleh
dianalisis menggunakan sidik ragam berdasarkan uji F taraf 5 %, kemudian
dilanjutkan dengan DMRT pada taraf kesalahan 5 %.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemangkasan baik dengan maupun
tanpa fungisida tidak memberikan pengaruh nyata terhadap hasil dan komponen
pertumbuhan. Pemangkasan dengan fungisida dosis 1 gr/l cenderung meningkatkan
ILD dan jumlah cabangĀ 

tanpa mengubah komponen hasil secara nyata. Banyaknya
jumlah cabang yang dihasilkan tidak berhubungan dengan jumlah polong, jumlah
biji, berat biji, berat 100 biji yang dihasilkan oleh tanaman.


Kata Kunci


apical dominansi; infeksi jamur; jumlah cabang

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats