Pengaruh Pengurangan Kerapatan Kedelai (Glycine max L.) Tanpa Olah Tanah dengan Refugia Terhadap Pertumbuhan dan Hasil

Sandra Tri Marfuah, Supriyono Supriyono, Pardono Pardono

Sari


Kedelai (Glycine max L.) merupakan salah satu jenis bahan pangan penting di
Indonesia. Penanaman kedelai tanpa olah tanah dilakukan dengan memanfaatkan
sisa lengas tanah di akhir musim hujan. Dalam rangka Pengelolaan Hama Terpadu,
penanaman refugia perlu dilakukan. Dengan penanaman refugia tentu akan
mengurangi densitas pertanaman kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh pengurangan populasi kedelai dengan refugia terhadap pertumbuhan dan
hasil. Refugia yang digunakan adalah kenikir (Cosmos sulphureus). Penelitian
dilakukan di lahan bekas pertanaman padi sawah tanpa olah tanah. Penelitian
dilaksanakan pada bulan Mei-Agustus 2018 dengan pola rancangan acak kelompok
lengkap (RAKL) 1 faktor dengan 6 taraf dan 4 ulangan, sehingga terdapat 24 petak
percobaan. Perlakuan berupa a) control, tanpa refugia, b) refugia 1 baris dari 10
baris kedelai, c) refugia 1 baris di 5 baris kedelai dan d) refugia 1 baris dari 10 baris
dalam baris dan 1 baris dari 10 baris antar barisan. Variable pengamatan merujuk
pada komponen pertumbuhan dan hasil kedelai. Variabel pengamatan dibagi
menjadi 3 jenis yaitu, pengamatan periodik, pengamatan vegetative maksimum dan
pengamatan hasil. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan adanya perlakuan
pengurangan populasi dengan refugia pertumbuhan cenderung meningkat
sedangkan hasil kedelai cenderung menurun namun semuanya tidak tidak
signifikan.


Kata Kunci


kerapatan kenikir (Cosmos sulphurous); densitas kedelai; sisa lengas lahan bekas padi

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats