Preferensi Konsumen Terhadap Aneka Produk Hortikultura Sayuran di Beberapa Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia

Damianus Adar, I Wayan Nampa, I Nyoman Mahayasa

Sari


Pembangunan pariwisata diharapkan dapat memberikan multiplier efek kepada daerah sekitar destinasi pariwisata. Salah satu subsektor pendukung pariwisata di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah hortikultura. Untuk itu, diperlukan suatu kebijakan pengembangan agribisnis hortikultura yang selaras dengan kebutuhan pasar ini. Hortikultura dari daerah dan komoditas yang berbeda juga menunjukkan karakteristik tertentu. Penelitian ini telah dilaksanakan di kota Kupang, Labuan Bajo  dan Ruteng di Provinsi NTT tahun 2018. Tiga Tujuan penelitian ini adalah (i) untuk mengevaluasi selera konsumen terhadap beberapa produk hortikultura, dengan perbandingannya terhadap hortikultura impor dan varietas lokal lainnya; (ii) bertujuan untuk menentukan perbedaan selera antar gender; dan (iii) untuk menentukan perbedaan selera terhadap daerah asal hortikultura;  dengan memakai metode survei konsumen dan analisis taste panel oleh konsumen yang tidak terlatih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hortikultura lokal (daerah asal sumber produksi) memiliki kelebihan dalam hal tekstur dan penampilan dibandingkan dengan hortikultura impor (komoditas yang berasal dari luar kota sampel) yang ada. Hasil taste panel di Labuan Bajo dan Kota Kupang menunjukkan bahwa hortikultura impor masih superior dalam hal ukuran dan bentuk, sedangkan hortikultura lokal memiliki keunggulan dalam hal penampilan daging buah, kadar air dan kualitas secara keseluruhan. Hasil penelitian di Kota Ruteng mengindikasikan bahwa hortikultura secara potensial memiliki keunggulan dalam hal lebih segar dan berkadar air tinggi seperti yang direfleksikan dari hasil  survei konsumen pada segemen tampak luar dan kualitas keseuruhan. Para responden wanita di tiga kota tersebut tertarik pada semua karakteristik internal dari hortikultura. Meningat sangat sedikit pengetahuan konsumen tentang daerah asal hortikultura, maka  keputusan mereka untuk membeli hortikultura sangat dipengaruhi oleh penampilan warna kulit hortikultura (tampak luar) dan sedikit sekali dipengaruhi oleh daerah asal hortikultura tersebut. Walupun tidak signifikan, hortikultura asal Kabupaten Manggarai mendapat skor tertinggi untuk kadar air dan kualitas secara keseluruhan terutama bagi para responden pria. Produksi dan teknologi pasca panen dan managemen usahatani serta strategi pemasaran yang sesuai dapat meningkatkan kualitas internal (kesegaran daging buah dan kualitas keseluruhan) untuk hortikultura. Panen pada stadium matang akan meningkatkan rasa dan kadar gula dari  hortikultura sayuran buah.


Kata Kunci


prefernsi konsumen; pariwisata; agribisnis; hortikultura sayuran; pasar

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats