Karakteristik Morfologi dan Fisiologi Beberapa Isolat Bakteri Simbion Nematoda Entomopatogen

Aris Cahyono, Arika Purnawati, Tri Mujoko, Presti Mardiyani P

Sari


Pengembangan agensia hayati memegang peranan penting dalam  konsep dasar Pengendalian Hama Terpadu (PHT).  Salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah dengan penggunaan agensia hayati nematoda entomopatogen (NEP). Kelebihan yang dimiliki oleh NEP adalah  adanya simbiosis dengan bakteri simbion yang mengeluarkan toksin sehingga mampu melumpuhkan inangnya dengan cepat. Hingga saat ini penggunaan bakteri simbion nematoda entomopatogen menjadi agensia hayati dirasa belum menunjukkan perkembangan yang signifikan.  Berdasarkan hal tersebut dilakukan penelitian menggunakan bakteri simbion secara terpisah dengan nematoda.  Hal ini untuk mengetahui karakterstik morfologi dan fisiologi bakteri simbion sehingga dapat dikembangkan sebagai agensia pengendali hayati dalam konsep PHT.  Identifikasi dilakukan dengan melihat karakteristik morfologi dan fisiologi bakteri.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari empat isolat bakteri simbion terdapat tiga isolat bakteri yang menunjukkan karakteristik morfologi dan fisiologi dari bakteri Xenorhabdus sp. yaitu koloni cembung dapat meneruskan cahaya, bulat mengkilat, berlendir, serta tepi koloni rata, sedangkan satu isolat bakteri menunjukkan karakteristik morfologi dan fisiologi dari bakteri Bacillus sp. dengan koloni datar, sedikit berlendir dapat meneruskan cahaya, kesat dengan tepi koloni tidak rata.  Keempat isolat bakteri memiliki pertumbuhan optimum pada kisaran pH 5-8 dengan kisaran suhu 25-.


Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats