Produksi Gas Metan dari Feses Kelinci New Zealand White yang diberi Perlakuan Pakan dengan Subtitusi Sargassum sp. pada Level yang Berbeda

Dian Nindah Lestari, Sutaryo Sutaryo, Agung Purnomoadi

Sari


Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengetahui penggunaan Sargassum sp. untuk pakan kelinci dan pengaruhnya terhadap produksi gas metan. Penelitian dilakukan pada bulan Juli – November 2018 di Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang. Materi yang digunakan adalah 24 ekor kelinci New Zealand White yang berumur 80 – 90 hari dengan bobot rata-rata 1736 ± 50 g (CV = 2,90%). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 8 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu T0 (pakan kontrol, tanpa Sargassum sp.), T1 (pakan T0 disubtitusi Sargassum sp. 4%) dan T2 (pakan T0 disubtitusi Sargassum sp. 8%). Ransum basal terdiri dari jagung kuning, pollard, bungkil kedelai, wheat bran, bekatul, kulit kopi, bungkil kelapa, molases, mineral, garam dan kangkung. Bahan pakan tersebut diolah menjadi pellet dan diberikan sebanyak 130 g/ekor/hari. Pemeliharaan kelinci dilakukan selama 12 minggu. Tahap pemeliharaan dimulai setelah ternak mendapatkan adaptasi kandang, adaptasi pakan dan lingkungan. Parameter yang diamati adalah produksi gas metan yang diukur dengan liquid displacement method. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subtitusi Sargassum sp.  4% dan 8% pada pakan kelinci tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap produksi metan dari feses yang dihasilkan. Rata-rata produksi metan dari feses kelinci yang mendapat perlakuan T0, T1 dan T2 adalah 25,02 ml/g, 18,08 ml/g dan 24,67 ml/g. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa subtitusi Sargassum sp. dengan level hingga 8% pada pakan kelinci tidak berpengaruh terhadap produksi gas metan dari feses kelinci.


Kata Kunci


Kelinci; Sargassum sp.; produksi metan feses

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats