Evaluasi Kecernaan Serat Berbagai Hijauan Pakan Pada Kambing Peranakan Ettawa dengan Uji In Vitro

Muhammad Syukron, Pangestu Pangestu, Nuswantara Nuswantara

Sari


Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kecernaan serat NDF (neutral detergen fiber), ADF (acid detergen fiber) dan hemiselulosa pada tanaman hijauan pakan ternak secara in vitro. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 8 jenis hijauan dan cairan rumen ternak kambing yang diberi pakan dengan PK 12% dan TDN 60%. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 8 perlakuan hijauan pakan dan 3 ulangan. Perlakuan jenis pakan terdiri atas T1 (daun turi), T2 (daun nangka), T3 (daun pisang), T4 (daun mangga), T5 (daun gamal), T6 (daun mahoni), T7 (kaliandra) dan T8 (daun lamtoro). Data dianalisis menggunakan anova taraf 5%, dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecernaan NDF, ADF dan hemiselulosa berbeda nyata (P<0,05) antar perlakuan jenis pakan. Kecernaan NDF, ADF dan hemiselulosa hijauaun terendah sampai tertinggi berturut-turut yaitu daun turi (21,06%; 11,34%; 36,16), daun nangka (24,08%; 9,36%; 38,86), daun pisang (32,00%; 23,43%; 47,17), daun mahoni (33,36%; 17,35%; 24,87), daun mangga (34,13%; 21,88%; 32,44), kaliandra (49,41%; 76,10%; 71,02%), daun gamal (66,19%; 62,73%; 65,00) dan daun lamtoro (66,12%; 58,57%; 64,10%). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa berbagai pakan hijauan berbeda nyata terhadap nilai kecernaan NDF, ADF dan hemiselulosa.Daun lamtoro, daun gamal dan kaliandra merupakan pakan hijauan yang memiliki kecernaan tertinggi karena memiliki kandungan NDF, ADF dan lignin rendah.Hijauan pakan tersebut berpotensi besar untuk diberikan sebagai pakan.


Kata Kunci


Serat; Hijauan pakan; Kambing; In vitro

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Anam, N. K., R. I. Pujaningsih dan B. W. H. E. Prasetiyono. 2012. Kadar neutral detergent fiber dan acid detergent fiber pada jerami padi dan jerami jagung yang difermentasi isi rumen kerbau. Animal Agriculture Journal. 1(2): 352 – 361.

Fukushima, R. S., M. S. Kerley, M. H. Ramos, J. H. Porter dan R. L. Kallenbach. 2015. Comparison of acetyl bromide lignin with acid detergent lignin dan klason lignin and correlation with in vitro forage degradability. Animal Feed Science and Technology. 201: 25 – 37.

Gidenne, T. 2013. Dietary fibres their analysis in animal feeding and their role in rabbit nutrition and health. Wartazoa. 23(4): 195 – 213.

Hadi, R. H., Kustantinah dan H. Hartadi. 2011. Kecernaan in sacco hijauan leguminosa dan hijauan non- leguminosa dalam rumen sapi Peranakan Ongole. Buletin Peternakan. 35(2): 79 – 85.

Hindratiningrum, N., M. Bata dan S. A. Santosa. 2011. Produk fermentasi rumen dan produksi protein mikroba sapi lokal yang diberi pakan jerami amoniasi dan beberapa bahan pakan sumber energi. J. Agripet. 11(2): 29 – 34.

Jayanegara, A., A. Sofyan, H.P.S. Makkar dan K. Becker. 2009. Kinetika produksi gas, kecernaan bahan organik dan produksi gas metana in vitro pada hay dan jerami yang disuplementasikan hijauan mengandung tanin. Media Peternakan. 2(32): 120 – 129.

Melati, I. dan M. T. D. Sunarno. 2016. Pengaruh enzim selulosa Bacillus subtilis terhadap penurunan serat kasar kulit ubi kayu untuk bahan baku pakan ikan. Widyariset. 2(1): 57 – 66.

Muslim, G., J. E. Sihombing, S. Fauziah, A. Abrar dan A. Fariani. 2014. Aktivitas proporsi berbagai cairan rumen dalam mengatasi tannin dengan teknik In Vitro. J. Peternakan Sriwijaya. 3(1): 25 – 36.

Ramadhan, R. S., K. Maaruf, B. Tulung dan M. R. Waani. 2014. Pengaruh penggunaan konsentrat dalam pakan berbasis rumput (Panicum maximum) terhadap kecernaan hemiselulosa dan selulosa pada kambing lokal. J. Zootek. 34(1): 83 – 91.

Riswandi, Muhakka dan M. Lehan. 2015. Evaluasi nilai kecernaan secara In vitro ransum ternak sapi Bali yang disuplementasi dengan probiotik plus. J. Peternakan Sriwijaya. 1(4): 35 – 46.

Riswandi, L. Priyanto, A. Imsya dan N. S. Patricia. 2016. Nilai kecernaan Neutral detergent Fiber (NDF), Acid Detergent Fiber (ADF) dan hemiselulosa pada ransum sapi potong dengan kandungan legume yang berbeda secara In Vitro. Dalam Prosiding Seminar Nasional Laha Suboptimal. Palembang, 20 - 21 Oktober 2016. Hal. : 506 – 515.

Tilley, J. M. A. dan R. A.Terry. 1966. A two stage technique for the in vitro digestion of forage crop. J. of British Grassland. 18: 104 – 111.

Turangan, G.G., B. Tulung, Y. R. L. Tulung dan M. R. Wani. 2018. Kecernaan NDF dan ADF yang mendapat suplementasi urea molasses multinutrient block (UMMB) dari beberapa jenis limbah pertanian dan rumput lapang pada sapi Peranakan Ongole (PO). Zootec. 38(2): 320 – 328.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats