Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Aksesi Tanaman Iler (Coleus atropurpureus (L) Benth) dengan Perlakuan Cekaman Kekeringan

Wisesa Dwi Wijaya, Ahmad Yunus, Parjanto Parjanto, Yuli Widiyastuti

Sari


Tanaman Iler (Coleus artopurporeus L benth) mengandung senyawa metabolit sekunder flavonoid, yang banyak dimanfaatkan dalam pengobatan penyakit bronkitis, wasir, antioksidan, dan TBC.  Cekaman kekeringan adalah masalah lingkungan utama yang umum ditemukan di daerah di mana tanaman Iler biasanya tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aksesi tanaman iler yang memiliki performa pertumbuhan dan hasil yang optimal dalam kondisi tercekam. Penelitian dilakukan di screen house, Jumantono, Universitas Sebelas Maret Surakarta pada bulan Juli 2018 hingga Oktober 2018. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan ragam aksesi tanaman Coleus sebagai faktor pertama, dengan aksesi 1 (daun ungu kasar), aksesi 2 (daun ungu halus), aksesi 3 (daun hijau) dan aksesi 4 (daun merah) dan cekaman kekeringan  90 % KL, 75 % KL, 50% KL, dan 25% KL sebagai faktor kedua. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis varians (ANOVA) dan diikuti oleh Uji Duncan (DMRT) 5%. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, panjang dan volume akar, jumlah cabang, sebaran akar, bobot segar juga kering daun, batang, dan akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi yang ditemukan antara perlakuan tingkat stres kekeringan dengan perlakuan aksesi. Aksesi 4 memberikan hasil terbaik pada variable jumlah daun, panjang akar, volume akar, jumlah cabang, dan bobot segar dan kering tanaman. Perlakuan stres kekeringan 90 % KL menunjukkan yang terbaik pada semua parameter yang diamati


Kata Kunci


Coleus atropurpureus (L) Benth.; cekaman kekeringan; Aksesi.

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats