Profil Performa Itik Tegal Jantan pada Sistem Pemeliharaan Intesif dan Semi intensif di KTT Bulusari Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang

Hendy Maulana, D. Sunarti, E. Suprijatna

Sari


Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi perbedaan performa itik Tegal jantan sebagai itik pedaging yang dipelihara secara intensif dan semi intensif di KTT Bulusari. Performa tersebut meliputi konsumsi pakan, pertambahan bobot badan (PBB), konversi pakan dan income over feed cost (IOFC). Selama pengamatan 42 hari diketahui bahwa dengan konsumsi pakan, konsumsi nutrisi dan pertambahan bobot badan yang lebih tinggi serta aktifitas yang berbeda mengakibatkan itik Tegal yang dipelihara secara intensif lebih cepat mencapai bobot panen yaitu 994,28 gram sedangkan itik yang dipelihara secara semi intensif dapat mencapai bobot panen yaitu 1034,22 gram selama 60 hari pemeliharaan (P<0,05). Selama 1 tahun pemeliharaan diketahui bahwa pemeliharaan intensif dapat dilakukan 7 kali sedangkan pemeliharaan semi intensif 3 kali. Nilai IOFC itik yang dipelihara secara intensif mempunyai nilai 49.57% lebih tinggi dibandingkan nilai IOFC itik Tegal yang dipelihara secara semi intensif. Disimpulkan bahwa performa itik Tegal jantan yang dipelihara secara intensif lebih baik dibandingkan itik Tegal Jantan yang dipelihara secara semi intensif.

Kata Kunci


itik;sistem pemeliharaan;intensif;semi intensif;performa;iofc

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Ali, A dan N, Febrianti. 2009. Peformans itik pedaging (Lokal x Peking) fase starter pada tingkat kepadatan kandang yang berbeda di Desa Laboi Jaya Kabupaten Kampar. Jurnal Peternakan. 6(1) : 29-35.

Arifah, N., Ismoyowati dan N, Iriyanti.2013. Tingkat pertumbuhan dan konversi pakan pada berbagai itik Lokal Jantan (Anas plathyrhinchos) dan Itik Manila Jantan (Cairrina Moschata). Jurnal Ilmiah Peternakan.1(2) : 718-715.

Gaol, S, E, L., L, Silitingo dan I, Yuanita. 2015. Subtitusi ransum jadi dengan roti afkir terhadap performa burung puyuh (Coturnix coturnix japonica). Jurnal Ilmu Hewani Tropika. 4(2) : 61-65.

Kateren, P, P. 2002. Kebutuhan gizi itik petelur dan itik pedaging. Jurnal WARTAZOA. 12(2) : 37-46.

Kolluri, G., Rammamurthy, N., R, Churchill., A, Sundaresan dan G, Gawdaman. 2015. Carcass studies in native ducks reared under different housing systems. India Journal Veterinary and Animal Sciences Research. 44(1) : 01-11.

Helmi, R. 2013. Analisis Pendapatan Peternakan Itik Pedaging di Desa Mattonggang – Tonggang Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang. Tesis. Fakultas Peternakan. Universitas Hasannudin.

Iskandar, S., Vanvan S. Nugroho, D.M. Suci And A.R. Setioko. 2001. Adaptasi Biologis Itik Jantan Muda Lokal Terhadap Ransum Berkadar Dedak Padi Tinggi. Prosiding Lokakarya Unggas Air. Pengembangan Agribisnis Unggas Air Sebagai Peluang Usaha Baru. Ciawi, 5-6 Agustus 2001. Fakultas Peternakan Ipb Bogor-Balai Penelitian Ternak. Bogor. Hlm. 118-127.

Ismoyowati. 2014. Keragaman Genetik Itik Lokal Indonesia. Universitas Jendral Soedirman, Prwokerto.

Mangisah, I., B, Soekamto dan M, H, Nasution. 2009. Implementasi daun eceng gondok fermentasi dalam ransum itik. Journal Indonesia Tropical Animal Agriculture. 34(2) : 127-133.

Mangisah, I dan Bambang, S. 2016. Pelatihan budaya itik secara semi intensif dan penetasan telur di Desa Kebakalan Banjarnegara. Jurnal Info. 18(1) : 13-28.

Mangisah. I., M, H, Nasoetion., W, Murningsih dan Arifah. 2008. Pengaruh serat kasar ransum terhadap pertumbuhan, produksi dan penyerapan “ Volatile Fatty Acid” pada Itik Tegal. Majalah Ilmiah Peternakan. 10(3) : 152-156.

Meulen, S, J, V, D dan Dikken, G, D. 2004. Duck Keeping In The Tropics. Agromisa Foundation, Wageningen.

Nugroho, E, P. 1999. Pengaruh Pemeliharaan Itik Secara Terpadu pada Tanaman Padi di Sawah Terhadap Bobot Isi Tembolok dan Pertamabahan Bobot Badan Itik Trgal Jantan. Tesis. Fakultas Peternakan. Universitas Diponegoro.

Oktasari, N. 2014. Pemanfaatan Keong Sawah (Pila ampullacea) Pada Pembuatan Nugget Sebagai Alternatif Makanan Berprotein Tinggi di Desa Jurug Kecamatan Mojosongo Kabupaten Boyolali. Tesis. Fakultas Ilmu Keolahragaan. Universitas Negeri Semarang.

Prasetyo, L, H dan T, Susanti. 1997. Persilangan timbal balik antara Itik Tegal dan Mojosari : i. Awal pertumbuhan dan awal bertelur. Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner. 2(3) : 38-45.

Putra, A dan M, Z, Ritonga. 2018. Effectiveness duckweed (Lemna minor) as an alternative native chicken feed native chicken (Gallus domesticus). International Conference on Agriculture, Environment, and Food Security. 122.

Rahmat, D. 2007. Model kurva pertumbuhan itik Tegal jantan sampai umur delapan minggu. Jurnal Ilmu Ternak.7(1): 12-15.

Rasidi. 2000. Formulasi Ransum Lokal Alternatif untuk Unggas. Cetakan ke 3. Penebar Swadaya, Jakarta.

Rositawati, I., Saifut, N dan Muharlein. 2010. Upaya peningkatan performan itik Mojosari periode starter melalui penambahan Temulawak (Curcuma xanthoriza, roxb) pada pakan. Jurnal Ternak Tropika. 11(2) : 32-40.

Sinurat, A. P. 2000. Penyusunan Ransum Ayam Buras dan Itik. Pelatihan Proyek Pengembangan Agribisnis Peternakan. Dinas Peternakan DKI Jakarta, Jakarta.

Sonjaya, H. 2013. Dasar Fisiologi Ternak. IPB Press, Bogor.

Srigandono, B. 1997. Produksi Unggas Air. UGM Press, Yogyakarta.

Subiharta., D, M, Yuwono dan P, Sudrajad. 2013. Karakteristik itik Tegal (Anas plantyhynchos javanicus) sebagai itik petelur unggulan lokal Jawa Tengah dan upaya peningkatan produksinya. Seminar Nasional : Menggagas Kebangkitan Komoditas Unggul Lokal Pertanian dan Kelautan. Fakultas Pertanian. Universitas Trunojoyo, Madura.

Suprayogi, W, P, S., Sudibyo dan E, H, Susilo. 2017. Performa itik lokal jantan (Anas plathyrynchos) yang diberi pakan suplemen. Journal of Sustainable Agriculture. 32(1), 35-41.

Tumanggor, B, G., D, M, Suci dan S, Suharti. 2017. Kajian pemberian pakan pada itik dengan sistem pemeliharaan intensif dan semi intensif di Peternakan Rakyat. Buletin Makanan Ternak. 104(1) : 21-29.

Wahyudin, A. 2006. Dampak Peenggunaan Tepung Daun Beluntas (Plucea indica L) dalam Pakan Terhadap Penampilan dan Komposisi Karkas Itik Lokal Jantan. Teknologi Hasil Ternak. Tesis. Fakultas Peternakn. Institut Pertanian Bogor.

Widianto, B., H, S, Prayogi dan Nuryadi. 2015. Pengaruh penambahan tepung buah mengkudum (Morinda citrifolia L) dalam pakan terhadap penampilan produksi itik Hibrida. Jurnal Ilmu Peternakan. 25(2) : 28-35.

Yuniwarti. E.Y.W dan H. Muliani. 2014. Status heterofil, limfosit dan rasio h/l bebagai Itik lokal di Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Ilmu Ternak. 1 (5) : 22-27.

Zurmiati, Wizna, M., H. Abbas, dan M. E. Mahata. 2017. Pengaruh imbangan energi dan protein ransum terhadap pertumbuhan itik pitatah yang diberi probiotik Bacillus amiloliquefaciens. Jurnal Peternakan Indonesia 19 (2): 85-92.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats