Pertumbuhan Empat Aksesi Iler (Coleus atropurpureus [L] Benth) pada Berbagai Ketinggian Tempat

Fitria Roviqowati, Yuli Widiyastuti, Samanhudi Samanhudi, Ahmad Yunus

Sari


Iler merupakan salah satu tanaman yang dimanfaatkan sebagai tanaman obat. Upaya meningkatkan kandungan senyawa aktif yang terkandung dalam tanaman iler perlu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dalam bidang kesehatan. Menanam empat aksesi iler pada berbagai ketinggian tempat merupakan pendekatan yang dilakukan.  

Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli-Oktober 2018, lahan di 3 lokasi berdasarkan ketinggian tempat. Lokasi pertama di Desa Tegal Gedhe, Kecamatan Karanganyar dengan ketinggian tempat 182 m dpl serta jenis tanah Mediteran Coklat. Lokasi kedua pada ketinggian tempat 496 m dpl berlokasi di Desa Toh Kuning, Kecamatan Karangpandan dengan jenis tanah Mediteran Coklat Tua. Lokasi ketiga berada di Desa Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu dengan ketinggian tempat 1200 m dpl serta jenis tanah Andosol Coklat (BPS, 2014). Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok pola tersarang (Nested) dengan empat kelompok tersarang dalam tiga lokasi tanam. Data diolah dengan menggunakan software SPSS.

Empat aksesi iler yang ditanam pada tiga lokasi tanam mampu tumbuh dengan baik. Terbukti dengan adanya pengaruh lokasi, aksesi serta interaksi antara lokasi dan aksesi dengan variabel pertumbuhan iler. Iler yang ditanam pada dataran rendah menunjukkan tinggi tanaman paling tinggi 70.925 cm. Jumlah cabang iler paling banyak pada dataran tinggi yaitu 24.950. Umur berbunga paling tinggi di dataran tinggi dan dataran rendah. Aksesi dengan pertumbuhan terbaik terdapat pada aksesi UH. Aksesi UH (Ungu Hijau) menghasilkan tinggi tanaman tertinggi dibandingkan aksesi lain. Berat daun kering menunjukkan aksesi UH menghasilkan berat paling tinggi yaitu sebesar 23.581 g. Berat batang kering paling tinggi yaitu pada aksesi UH. Serta berat akar kering paling tinggi terdapat pada aksesi yang sama yaitu UH.

Aksesi UH dapat digunakan sebagai aksesi yang akan digunakan sebagai bahan obat karena pertumbuhan vegetatif serta generatifnya mendukung, diharapkan memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yang tinggi pula. Lokasi terbaik untuk pertumbuhan tanaman iler mulai dari paling baik adalah di dataran rendah kemudian di dataran tinggi dan terakhir adalah di dataran menengah. 


Kata Kunci


Keywords : coleus, aksesi, dataran rendah, dataran menengah, dataran tinggi, iler

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Angio MH. 2016. Respon Fisiologi dan Morfologi Tanaman Terung (Solanum melongena) Terhadap Cekaman Suhu Tinggi. Pascasarjana Institut Pertanian Bogor

BPS Karanganyar. 2014. Badan Pusat Statistik Karanganyar. Data Jenis Tanah dan Ketinggian Karanganyar.https://karanganyarkab.bps.go.id

Dalimartha S. 2008. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Volume 3. Niaga Swadaya : Jakarta

Fauzi AA, Sutari W, Nursuhud, Mubarok S. 2017. Faktor yang Mempengaruhi Pembungaan pada Mangga (Mangifera indica l.). Jurnal Kultivasi 16(3) : 461-465

Hidayah N. 2011. Pengaruh Ketinggian Tempat Tumbuh Rosella dan Jenis Bahan Rosella terhadap Aktivitas Antioksidan Teh Kombucha Rosella. Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang

Kenney AM, Mckay JK, Richards JH and Juenger TE. 2014. Direct and Indirect Selection Flowering Time, Water Use Efficiency (WUE) and WUE Plasticity to Drought in Arabidopsis thaliana. Ecology and Evolution 4(23) : 4505-4521

Kong D, Wang J, Zeng H, Liu M, Miao Y, Wu H and Kardol P. 2016. The Nutrient Absorption-Transportation Hypothesis: Optimizing Structural Traits in Absorptive Roots. New Phytologist 213: 1569-1572

Lisdawati V, Mutiatikum D, Alegantina S dan Astuti Y. 2008. Karakterisasi Daun Miana (Plectranthus scutellarioides (L.) Benth.) dan Buah Sirih (Piper betle L.) Secara Fisiko Kimia dari Ramuan Lokal Antimalaria Daerah Sulawesi Utara. Media Litbang Kesehatan 18(4) : 213-225

Malik N. 2014. Pertumbuhan Tinggi Tanaman Sambiloto (Andrographis Paniculata.Ness) Hasil Pemberian Pupuk dan Intensitas Cahaya Matahari Yang Berbeda. Jurnal Agroteknos 4(3) : 189-193

Nio SA dan Torey P. 2013. Karakter Morfologi Akar sebagai Indikator Kekurangan Air pada Tanaman. Jurnal Bioslogos 3(1) : 31-39

Nurnasari E dan Djumali. 2010. Pengaruh Kondisi Ketinggian Tempat terhadap Produksi dan Mutu Tembakau Temanggung. Journal Litbang Pertanian

Riza A dan Hari S. 2012. Penetapan Kadar Fenolik Total Ekstrak Metanol Kelopak Bunga Rosella Merah (Hibiscus sabdariffa Linn) dengan Variasi Tempat Tumbuh Secara Spektofotometri. Journal Ilmiah Kefarmasian 2(1) : 73-80

Salaeh A, Augusti RS, Susilawati Y, Sumiwi SA and Moektiwardojo M. 2018. Antidiabetic Activity of Fractions and Sub Fraction of Iler [Plectranthus Scutellarioides (L.) R. Br.] Leaves on Diabetic Mice Induced by Alloxan. Research Journal of Chemistry and Environment 22


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats