Keragaman Morfologi dan Persebaran Kultivar Pisang di Pekarangan (Studi Kasus: Sub DAS Samin)

Endang Setia Muliawati, Parjanto Parjanto, Kartika Nur Hidayati

Sari


Pisang memiliki persebaran yang luas dengan keragaman yang tinggi, tetapi masih sedikit informasi mengenai plasma nutfah pisang sehingga perlu adanya karakterisasi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui keragaman kultivar pisang berdasarkan karakter morfologi dan persebarannya pada tiga jenis tanah di Sub DAS Samin. Observasi dilakukan terhadap tanaman pisang yang tumbuh di pekarangan pada tanah Mediteran, Latosol, dan Grumusol. Analisis data karakter morfologi menggunakan program NTSYS. Persebaran kultivar pisang pada tiap-tiap jenis tanah dianalisis menggunakan pendekatan nilai Frekuensi Relatif (FR). Hasil penelitian menunjukkan terdapat keragaman kultivar pisang pada ketiga jenis tanah  berdasarkan karakter morfologi batang. Jumlah total kultivar pisang yang ditemukan  sebanyak 20, dengan persebaran pada tanah Mediteran terdapat 13 kultivar, Latosol 9 kultivar, dan Grumusol 9 kultivar. Kultivar pisang yang terbanyak ditemukan pada tanah Mediteran kultivar Ambon dan Raja Lele (FR 19,05%), pada tanah Latosol adalah Klutuk (FR 31,91%), dan pada tanah Grumusol kultivar Kepok (FR 45,88%).


Kata Kunci


kultivar pisang, keragaman morfologi, persebaran, Sub DAS Samin

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Ahmadi T, Kermani JM, Mashayekhi K, Hasanloo, Shariatpanahi EM 2013. Comparing Plant Morphology, Fertility And Secondary Metabolites In Rosa Hybrida Cv Iceberg And Its Chromosome-Doubled Progenies. IRJABS. 4 (12): 3840-3849

Crouch HK, Crouch JH, Madsen S, Vuylsteke DR, Ortiz R 2000. Comparative analysis of phenotypic and genotypic diversity among plantain landraces (Musa spp., AAB group). TheoAppl Gen. 101: 1056-1065.

Ennos RA, Spatz H-Ch, Speck T 2000. The Functional Morphology of The Petioles of The Banana, Musa textilis. J. Of Experimental Botany 51(353): 2085-2093.

Lescot T, Ganry J 2010. Plantain (Musa spp.) Cultivation in Africa: a Brief Summary of Developments over the Previous Two Decades. Acta Hort 879: 445-456.

Lorenzen J, Tenkouano, Bandyopadhyay R, Vroh B, Coyne, Tripathi L 2010. Overview of Banana and Plantain (Musa spp.) Improvement in Africa: Past and Future. Acta Hort 879: 595-604.

Miri SM, Mousavi A, Naghavi MR, Mirzaii M, Talaei AR, Khiabani BN 2009. Analysis of induced mutants of salinity resistant banana(Musa acuminata cv. Dwarf Cavendish) using morphologicaland molecular markers. Iranian Journal of Biotechnology 7 (2).

Mukrimin 2011. Analisis Potensi Tegakan Hutan Produksi di Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa. J. Hutan dan Masyarakat 6 (1).

Muliawati ES, Budiastuti MTS, Suyana J 2012. Biodiversitas Tanaman Buah Di Pekarangan Sebagai Pendukung Pengembangan Komoditas Buah Lokal (Studi Kasus: di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah). Seminar Nasional PERIPI. Bogor.

Prahardini PER, Yuniarti, Krismawati A 2010. Karakterisasi Varietas Unggul Pisang Mas Kirana dan Agung Semeru di Kabupaten Lumajang. Buletin Plasma Nutfah 16(2).

Rao NK. 2004. Plant genetic resources: advancing conservation and use through biotechnology. African Journal of Biotechnology (2): 136-145.

Rohlf FJ 2004. NTSys-pc. Numerical Taxonomy and Multivariate Analysis System. Version 2.1. Exerter Software. New York.

Rozyandra C 2004. Analisis Keragaman Pisang (Musa spp.) Asal Lampung. Bogor: Institut Pertanian Bogor (IPB).

Rukmana R 1999. Usaha tani pisang. Yogyakarta: Kanisius.

Sumardi I, Wulandari M 2010. Anatomy and morphology character of five Indonesian banana cultivars (Musa spp.) of different ploidy level. Biodiversitas 11(4) : 167-175.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.