Respon Pertumbuhan Tribulus terrestris Terhadap Cekaman Air dan Naungan

Samanhudi Samanhudi, Ahmad Yunus, Bambang Pujiasmanto, Hery Widijanto, Wahdah Nur Septyaningsih

Sari


Tribulus terrestris  merupakan tanaman obat yang potensial untuk dikembangkan karena mempunyai khasiat meningkatkan gairah seks dan dapat meredakan stress. Tribulus dapat merangsang tubuh untuk membentuk hormon testosteron dan estrogen. Tanaman Tribulus terrestris  di Indonesia masih belum banyak dikembangkan sehingga produksi tanaman tersebut masih terbatas. Mengingat banyak khasiatnya maka permintaan akan tanaman ini cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat toleransi Tribulus terrestris  terhadap tingkat cekaman air dan naungan serta mendapatkan tingkat cekaman air dan naungan yang dapat mengoptimalkan pertumbuhan dan hasil Tribulus terrestris. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sukosari, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar yang dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan Agustus 2017. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola tersarang dengan dua perlakuan yaitu tingkat cekaman air (tanpa cekaman, pemberian air 75% kapasitas lapang, pemberian air 50% kapasitas lapang dan pemberian air 25% kapasitas lapang) dan tingkat naungan (tanpa naungan, naungan 25%, naungan 50% dan naungan 75%). Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dengan uji F taraf 5% dan dilanjutkan dengan uji DMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa naungan 25% memberikan hasil paling tinggi terhadap rata-rata panjang akar, tinggi tanaman, dan saat muncul bunga. Interaksi tingkat naungan 25% dan pemberian air 50% kapasitas lapang memberikan hasil tinggi pada berat kering tanaman.

Kata Kunci


Tribulus terrestris; cekaman air; tingkat naungan

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Astuti T, Darmanti S. 2010. Produksi bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) yang diperlakukan dengan naungan dan volume penyiraman air yang berbeda. J Penelitian Sains dan Teknologi 11(1): 19-28.

BPS. 2006. Statistik perdagangan luar negeri Indonesia. Impor. Jakarta : Badan Pusat Statistik.

Fauzi R, Meiriani, Barus A. 2016. Pengaruh persentase naungan terhadap pertumbuhan bibit Mucuna bracteata D.C. asal setek dengan konsentrasi IAA yang berbeda. J Agroekoteknologi 4(3): 2114-2126.

Juhaeti T. 2009. Pengaruh naungan terhadap pertumbuhan bibit pulai (Astonia scholaris). Berita Biologi 9(6): 767-770.

Nahum C, Mugnisjah WQ, Yahya S, Soepandi D, Idris K, Sahar A. 2006. Pembangunan Pertanian: Potensi Teknologi dan Organisasi Produksi. Penataran : Bogor.

Nurkhasanah N, Wicaksono KP, Widaryanto E. 2013. Studi pemberian air dan tingkat naungan terhadap pertumbuhan bibit tanaman cabe jamu (Piper retrofactum Vahl.). J Produksi Tanaman 1(4): 325-332.

Panggabean FDM, Mawarni L, Nissa TC. 2014. Respon pertumbuhan dan produksi bengkuang (Pachyrhizus erosus (L.) Urban) terhadap waktu pemangkasan dan jarak tanam. J Online Agroteknologi 2(2): 702-711.

Petkov G. 2011. Enhancement of Tribulus terrestris L. yield by supplement of green house seedlings. Biotechnol. & Biotechnol Equipment 25(2): 2366-2368.

Phillips OA, Mathew KT, Oriowo MA. 2006. Antihypertensive and vasodilator effects of methanolic and aqueous extracts of Tribulus terrestris in rats. J of Ethnopharmacology 104: 351-355.

Pokrywka A, Obmiński Z, Malczewska-Lenczowska J, Fijałek Z, Turek-Lepa E, Grucza R. 2014. Insights into supplements with Tribulus terrestris used by athletes. J of Human Kinetics, Volume 41: 99-105.

Prawiranata W, Harran S, Tjondronegoro P. 1981. Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan. Departemen Botani. Fakultas Pertanian. IPB. Bogor.

Rachmawaty RY. 2005. Pengaruh paranet dan jenis pegagan (Centella asiatica L. (Urban)) terhadap pertumbuhan, produksi, dan kandungan triterpenoidnya sebagai tanaman obat. Departemen Agronomi dan Hortikultura, Institut Pertanian Bogor, Bogor : Skripsi.

Samy MN, Bishr MM, Ahmed AA, Sayed HM, Kamel MS. 2013. Pharmacognostical studies on flower of Tribulus terrestris L. J of Pharmacognosy and Phytochemistry 1(5): 18-22.

Widiastuti L, Tohari, Sulistyaningsih E. 2004. Pengaruh intensitas cahaya dan kadar daminosida terhadap iklim mikro dan pertumbuhan tanaman krisan dalam pot. Ilmu Pertanian 11(2): 35-42.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.