Peningkatan Produktivitas dan Biomasa Ubi Kayu pada Berbagai Jenis dan Dosis Pupuk NPK serta Kendala Implementasinya

Yudi Widodo, Henny Kuntyastuti, Sri Wahyuningsih

Sari


Peningkatan produktivitas ubi kayu merupakan wahana bagi petani untuk mencapai kenaikan pendapatan dan kesejahteraan. Pemupukan menjadi kunci dalam peningkatan produktivitas, agar seiring dengan peningkatan pendapatan maka diperlukan efisiensi. Serangkaian penelitian lapangan bertujuan untuk mempelajari pengaruh pemupukan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil serta biomasa ubi kayu. Sepuluh perlakuan pemupukan dalam acak kelompok lengkap dengan tiga ulangan telah dilaksanakan di Wonogiri selama November 2013 hingga Oktober 2014, sedangkan di Blitar tiga demoplot dalam skala besar dilaksanakan mulai November 2014 hingga Oktober 2015, berlanjut hingga Februari 2017. Hasil Penelitian di Wonogiri menunjukkan bahwa pemupukan majemuk NPK Alternatif 2 pada dosis 600 kg/ha menghasilkan ubi tertinggi, yang diikuti total biomas, efektivitas, efisiensi serta nisbah efisiensi/efektivitas yang tertinggi pula. Sebagai konsekuensi hara NPK yang terangkut saat panen juga tertinggi yaitu sejumlah  222,31 kg N + 49,61 kg P + 392,13 kg K/ha.  Dengan indikator hasil analisis tanah kadar N sangat rendah (0,04 persen); P cukup (15,80 ppm Bray I) dan K tinggi (0,67 Cmol+/kg) maka untuk meningkatkan produktiivitas ubi kayu yang lebih tinggi dengan total biomasa > 100 t/ha perlu ditingkatkan dosis pemberian pupuk > 600 kg/ha khususnya Phonska maupun Pupuk NPK Alternatif 2. Tetapi dari implementasi dalam demoplot skala luas di Blitar, petani masih lebih memilih Phonska, karena mudah tersedia dan harga terjangkau. Rendahnya harga dan sulitnya pasar merupakan kendala utama bagi petani untuk melakukan pemupukan pada ubi kayu.


Kata Kunci


Pupuk NPK; ubi kayu; lahan kering; bahan pangan

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.