Pengaruh Morfologi Anggrek Dendrobium sylvanum dan Anggrek Phalaenopsis sp. Dengan Pemberian Iradiasi Sinar Gamma

Eka Puji Lestari, Ahmad Yunus, Sugiyarto Sugiyarto

Sari


Tanaman anggrek dikenal sebagai salah satu tanaman yang populer di kalangan masyarakat, dimana bunga anggrek memiliki variasi warna yang sangat indah. Dari berbagai jenis anggrek yang terdapat di Indonesia, terdapat dua jenis anggrek yang paling digemari oleh masyarakat, yakni Dendrobium sylvanum dan Phalaenopsis sp. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh morfologi dari tanaman D. sylvanum dan Phalaenopsis sp. setelah pemberian iradiasi sinar gamma. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2017 sampai dengan Maret 2018 dan dilakukan di dua tempat yaitu penanaman di Laboratorium Kultur Jaringan, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret Surakarta dan pelaksaan iradiasi sinar gamma di Laboratorium PATIR-BATAN (Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi-Badan Tenaga Nuklir Nasional), Pasar Jumat, Jakarta Selatan. Analisis data yang digunakan adalah analisis secara deskriptif dengan membandingkan setiap individu tanaman pada masing-masing perlakuan dosis Iradiasi dengan perlakuan kontrol. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah tanaman anggrek D. sylvanum pertumbuhan tinggi tanaman tertinggi yakni perlakuan kontrol yaitu 8,6 cm, sedangkan pertambahan tinggi tanaman yang terendah diperoleh pada dosis 45 Gray dengan pertambahan 1,16 cm. Jumlah daun optimal didapat oleh perlakuan dosis 15 Gray yaitu 8 helai, sedangkan jumlah daun paling sedikit didapat oleh perlakuan dosis 30 Gray, 45 Gray dan 60 Gray yaitu 1 helai. Pada tanaman anggrek Phalaenopsis sp., pertumbuhan paling optimal didapat oleh perlakuan dosis 15 Gray yaitu 4,63 cm, sedangkan pertumbuhan tinggi tanaman terendah didapat oleh perlakuan dosis 45 Gray dan 60 Gray yaitu 0,56 cm. Jumlah daun optimal didapat oleh perlakuan dosis 15 Gray yaitu 5,67 helai, sedangkan jumlah daun paling sedikit didapat oleh perlakuan dosis 30 Gray, 45 Gray dan 60 Gray yaitu 0 helai.


Kata Kunci


Dendrobium sylvanum, Phalaenopsis sp., Iradiasi Sinar Gamma

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Ardini dan R. Ernst. 1993. Microproagation of Orchid. Jhon Wiley and Son Inc.

Cahyo, Fitro Adi., dan Diny Dinarti. 2015. Pengaruh Iradiasi Sinar Gamma Terhadap Pertumbuhan Protocorm Like Bodies Anggrek Dendrobium lasianthera (JJ. Smith) Secara In Vitro. J. Hort. Indonesia 6 (3) : 177-186.

IAEA. 2009. Induced Mutation in Tropical Fruit Trees. IAEA-TECDOC-1615. Plant Breeding and Genetics Section. International Atomic Energy Agency.

Krisnaningtyas (2003) Krisnaningtyas, T. 2003. Pengaruh radiasi sinar gamma dan subkultur berulang terhadap keragaman so-maklonal tanaman Dianthus caryophyllus L. secara in vitro. Skripsi, Institut Pertanian Bogor.

Romeida et al., (2013) Romeida, A., Surjono, Agus, Dewi, dan Rustikawati. 2012. Variasi Genetik Mutan Anggrek Spathoglottis plicata blume. J. Agron. Indonesia. Vol 4 : 48-57.

Sulistianingsih, R., W. Mangoendidjojo, A. Purwantoro, dan E. Semiarti. 2006. Pengaruh Irradiasi Sinar Gamma Pada Pertumbuhan Plantlet Anggrek Bulan Phalaenopsis amabilis (L.). BI. Risalah Seminar Ilmiah. Aplikasi Isotop dan Radiasi. Yogyakarta : UPN “Veteran”.

Suwarno, A., N. A. Habibah dan Herlina. 2013. Respon Pertumbuhan Planlet Anggrek Phalaenopsis amabilis L. var. Jawa Candiochid Akibat Radiasi Sinar Gamma. Unnes Journal of life science. 2 (2) : 78-84.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.