Uji Berbagai Desinfiktan dan ZPT pada Media MS Terhadap Pertumbuhan Ekplan Tanaman Pisang Klutuk (Musa paradisiaca, L)

Zulkifli Zulkifli, Herman Herman, Putri Lukmanasari

Sari


Penelitian ini telah dilakukan selama 5 bulan mulai bulan September 2017 sampai Januari 2018. Tempat penelitian di Laboratorium Kultur jarigan Lempes, Jl, Penerbangan, Gg, Rahmat No, 87 Kelurahan Air Dingin, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru. Pisang Klutuk adalah jenis pisang yang mampu menghasilkan daun yang banyak dan tidak mudah robek. Saat ini bibit yang ditanam oleh petani pada umumnya berasal dari pohon induk induk sehingga jumlah anakan dan rentan terhadap penyakit dan layu bakteri. Kultur jaringan alternatif merupakan teknik untuk menghasilkan bibit pisang berkualitas dalam jumlah banyak, seragam, dan dalam waktu singkat, pencoklatan dan terkontaminasi sangat besar di media kultur jaringan khususnya daerah tropis bisa mencapai 95%, dan daerah dingin yang berbeda hanya 5%, untuk mengatasi permasalahan tersebt bahan yang digunakan harus disinfektan yang dapat menghasilkan keberhasilan secara maksimal. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), faktorial dengan 2 faktor sebagai berikut: Faktor pertama adalah Disinfektan terdiri dari empat (4) tingkat yaitu Bayclin 20% (P1) ekstrak Pinang 20% (P2), ekstrak daun sirih 20% (P3), ekstrak umbi kentang Garut 20% (P4) masing-masing dalam rendam selama 30 menit dengan menggunakan shaker, Faktor kedua adalah Berbagai ZPT pada media MS terdiri dari empat (4) tingkat: BAP konsentrasi 1,0 mg / l (B1), madu Lebah 10 ml / l (B2),                          air kelapa 10 ml / l (B3), ekstrak tauge 10 ml / l (B4). Masing-masing dari ketiga ulangan dan masing-masing unit percobaan terdiri dari dua botol, dan setiap botol ditanam 1 eksplan sehingga ada 192 unit eksperimen, Parameter yang diamati yaitu persentase eksplan yang terkontaminasi (%), persentase pencoklatan (%), jumlah daun (daun), jumlah tunas, panjang tunas (cm), Persentase eksplan hidup.Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Uji Desinfektan dan ZPT pada MS medium terhadap eksplan pertumbuhan Pisang klutuk In vitro dengan perlakuan terbaik yaitu Disinfektan Bayclin 20% dan BAP 1,0 mg / l  (P1B1) d dengan persentase ekplan kontaminasi 35,24%, jumlah tunas 4 buah dan Persentase hidup eksplan 65,88 % (100% sintetis), Disinfektan Bayclin 20% dan ekstrak tauge 10 ml / l (P1B4) dengan persentase Pencoklatan 35,24%, jumlah daun 6 helai dan Persentase hidup eskplan 65,80% (50% dan 50% organik sintetis), Ekstrak Pinang Disinfektan 20% dan BAP 1,0 mg / l (P2B1) dengan persentase pencoklatan 35,24%, dan panjang tunas 8,67 cm, Persentase hidup eksplan 65,80%, (50% organik dan 50% sintetis), Desinfektan Ekstrak umbi kentang Garut 20% dan air kelapa 10 ml / l (P4B3) diperoleh persentase Pencoklatam sebesar 35,2 4%, panjang tunas 7,50 cm, dan Persentase hidup ekplan 62,15% (100% organik).

 Kata kunci: Pisang klutuk, Disinfectant dan ZPT


Kata Kunci


Pisang klutuk; Disinfectant; ZPT

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


DAFTAR PUSTAKA

Abdurrahman, 2011, Cara Budidaya Tanaman Pisang ( Musa SPP) Bag, 2, Indonesia: Departemen Kementerian Pertanian Indonesia, Jakarta,

Ajibola, A,, J,P,Chamunorwa &K, H, Erlwanger (2012), Nutraceutical values of na- tural honey and its contribution to hu- man health and wealth, Nutrition & Metabolism, 9 (61), 1-12,

Ardiansyah, R,, A, Suprianto, S, Wulandari, B, Subandy, Y, Fitriani, 2014, Teknik Sterilisasi Ekplan dan Induksi Tunas Dalam Mikropropagasi Tmbesu (Fagraea frangrans ROXB), Jurnal Silvikultur Tropika, Vol, 05 No, 3:167- 173,

Arinaitwe, G,, P,R, Rubaihayo, M,J,S, Magambo , 2000, Hormonal and histological studies related in vitro babana bud formation, plant Cell, Tissue and organ culture, 63: 187-192,

Asnin, 2010, Laporan Hasil Pelaksanaan Kegiatan Laboratorium Kultur Jaringan ( Upt Benih ) Dinas Tanaman Pangan Dan Holtikultura Propinsi Riau, Indonesia : Dinas Pertanian Provinsi Riau, Pekanbaru,

Carter, F, L,, A, M, Carlo and J, B, Stanley, 1978, Termiticidal Components of Wood Extracts : 7-Methyljuglone from Diospyros virginia, Journal Agriculture Food Chemistry, 26(4): 869-873

George, E,F,, P , D , Sherington, 1988, Plant propagation by Tissue Culture, ugonetic, Eversley, Basingstoke, Hants, England,

Indriani , B, S, 2014, Efektivitas substitusi sitokinin dengan air kelapa pada medium multiplikasi tunas krisan (Chrysanthemum indicum L,)secara in vitro, Skripsi Jurusan Biologi Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universita Negeri Semarang

Isda, M, N,, S, Fatonah dan L, N, Sari, 2016, Pembentukan tunas dari biji manggis (Garcinia mangostana L,) asal bengkalis dengan penambahan bap dan madu secara in vitro, AL-KAUNIYAH Journal of Biology, 9(2) : 119-124

Rismunandar, 1992, Hormon Tanaman dan Ternak, Penebar Swadaya, Jakarta,

Rudiana, Y, 2011, Botanical Survival, Http://DeskripsipisangKlutuk,logspot,com, diakses, 10 April 2017,

Salisbury FB,, CW Ross, 1995, Fisiologi Tumbuhan,Jilid 3, Lukman DR dan Sumarjono, penerjemah, ITB , Bandung

Soeprapto, H, S, 1992, Bertanam Kacang Hijau, Penebar Swadaya, Jakarta,

Thahir, Z, 2010, Zat Pengatur Tumbuh Cytokinin, Jakarta (Jember) Indonesia: zacky- zone89,blogspot,com

Zulkifli dan Lukmanasari,P , 2016, Pengaruh Kosentrasi Bayclin pada Pencucian II dan BAP pada Media MS Terhadap Pertumbuhan Eskplan Tanaman Pisang Klutuk (Musa parasidiaca, L), Lembaga Penelitian Universitas Islam Riau, Pekanbaru,


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.