Aplikasi Herbisida dan PGPR untuk Menekan Pertumbuhan Gulma Terhadap Hasil Produksi Tanaman Padi

Avino Sudhana, Siwi Hardiastuti Endang Kawuryan, Oktavia Sarhersti Padmini

Sari


Penurunan produksi padi akibat kompetisi dengan gulma masih tinggi yakni berkisar antara 6-87%. Penurunan produksi padi secara nasional sebagai akibat gangguan gulma mencapai 15-42% untuk padi sawah dan padi gogo 47-87%. Untuk memenuhi produksi padi nasional, direncanakan peningkatan produksi padi minimal 2,82% setiap tahunnya selama kurun waktu 2015-2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi herbisida dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi. Penelitian ini menggunakan percobaan faktorial rancangan acak kelompok lengkap (Factorial Experiment Randomized Complete Block Design) yang terdiri dari dua faktor dengan 3 ulangan. Faktor yang pertama aplikasi dosis herbisida dengan 3 aras yaitu: H0 = 0 L/ha, H1 = 1,25 L/ha, dan H2 = 1,5 L/ha. Faktor yang kedua aplikasi PGPR dengan 3 aras yaitu : P0 = tanpa aplikasi, P1 = 1 kali aplikasi, dan P2 = 2 kali aplikasi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis keragamannya dengan menggunakan uji ANOVA 5%, bila terdapat beda nyata dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada interaksi antara aplikasi herbisida dan PGPR terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi. Tidak ada keracunan tanaman padi pada seluruh perlakuan herbisida. Perlakuan H2 memberikan persentase pengendalian gulma yang paling baik. Perlakuan H1 memberikan hasil GKG per hektar paling tinggi.


Kata Kunci


herbisida; PGPR; gulma; padi

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.