Aspek Fisik Lingkungan Bagi Peningkatan Produksi Rebung Bambu Petung (Dendrocalamus asper) sebagai Pangan Eksklusif

Merryana Kiding allo

Sari


Keanekaragaman hayati sebagai modal dasar suatu bangsa dalam pembangunan manusia yang berkualitas. Berapa banyak kekayaan sumberdaya alam dari Indonesia yang telah dimanfaatkan oleh bangsa lain, karena kurangnya perhatian dan pembekalan pengetahuan kepada masyarakat. Kekayaan hutan Indonesia sangat tinggi, yaitu terdapat berbagai jenis bahan pangan hingga obat-obatan telah digunakan oleh nenek moyang kita sejak dahulu, namun hanya terbatas di lingkungan atau kelompok tertentu. Bambu sebagai jenis tanaman yang sangat akrab dengan kehidupan masyrakat di pedesaan selain digunakan sebagai bahan ramuan bangunan  juga dikonsumsi sebagai penganan yang lezat dan bergizi bagi keluarga. Bambu petung (Dendrocalamus asper) merupakan penghasil rebung yang rendah serat dan bertekstur lembut.  Tingginya tingkat permintaan rebung bambu ketika hari raya tertentu di negara-negara seperti China, Taiwan dan Jepang merupakan peluang bisnis yang sangat potensial bagi masyarakat untuk mengembangkan tanaman bambu secara terencana. Selain itu diperlukan pula pengetahuan tentang teknik memercepat pertumbuhan rebung bambu petung melalui pengetahuan kondisi fisik lingkungan tempat tumbuh yang disandingkan dengan teknik pemupukan dapat meningkatkan produksi rebung sebagai bahan pangan ekslusif.


Kata Kunci


Bambu petung;rebung;fisik lingkungan; pemupukan

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Adriana, Widaryanti, Winarni, D. Prehaten dan G. Nawangsih. 2014. Pertumbuhan Stek Cabang Bambu Petung (Dendrocalamus asper) pada Media Tanah, Arang Sekam dan Kombinasinya. Jurnal Ilmu Kehutanan Vol. 8 No. 1 (34-41)

Bambu Nusa Verde. 2011. Bambu Indonesia “Budidaya dan Pemanfaatannya. Yogyakarta

Barlian. N dan E. Rahayu. 1995. Budidaya dan Prospek Bisnis Bambu. Penebar Swadaya.Jakarta.

Dransfield, S. and E.A. Widjaja. 1995. Plant Resources of South-East Asia 7, Bamboos. Leiden: Backhuys Publisher.

Dirjen IKM. 2013. Kebijakan Pengembangan IKM Bambu dalam Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi dan Penyerapan Tenaga Kerja. Bahan Presentasi dalam Platform Bamboo for Green Industry. Denpasar.

Faridah E., Koranto ACD dan Suhardi. 1996. Pemanfaatan Limbah Sekam Padi untuk Pemupuka. Laporan Penelitian. UD. Padi Mulya dan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Huberman. 1959. Bamboo Silviculture. FAO. Rome, Italy.

Istomo and N. Valentino. 2012. Pengaruh Perlakuan Kombinasi Media terhadap Pertumbuhan Anakan Tumih (Combretocarpus rotundus (Miq.) Danser. Journal of Tropical Silviculture Science and Technology Vol.3 Nu. 02, 81-84. Bogor : Silviculture Department, Forestry Faculty. Bogor Agricultural University.

Kurniaty R., B. Budiman dan Suwartama M. 2010. Pengaruh Media dan naungan terhadap Mutu Bibit Suren (Toona sureni MERR) Buletin Penelitian Hutan Tanaman 7(2), 77-80.

Poerwowidodo. 1992. Telaah Kesuburan Tanah. Penerbit Angkasa, Bandung. P(118).

Widnyana, K. 2009. Bambu dengan berbagai Manfaat. Fak. Pertanian Universitas Mahasaraswati. Denpasar..


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.