Penyebaran dan Penggunaan Varietas Unggul Kedelai

Imam Sutrisno

Sari


Penggunaan benih bermutu di daerah sentra kedelai masih kurang optimal. Benih kedelai unggul bermutu dapat meningkatkan produksi kedelai pada jumlah optimal. Aspek sosial ekonomi mempengaruhi petani dalam penggunaan benih unggul di daerah sentra kedelai. Survey dilakukan dengan cara ‘Rapid Rural Appraisal (RRA)’ dengan pendekatan Focus Group Discussion (FGD)’ kepada  ‘key person’ sebagai obyek penelitian (petani, penyedia benih dan petugas terkait). Lokasi pada sentra produksi kedelai kabupaten Banyuwangi, Sampang, dan Lamongan. Analisis menggunakan analisis tabulasi dan diskriptif kualitatif. Hasil penelitian adalah 1) Banyaknya petani kedelai inovatif menggunakan benih Lokal atau varietas turunan dengan produktivitas rendah, karena tidak tersedianya benih kedelai bermutu; 2) Dengan kearifan lokalnya, petani kedelai inovatif dalam menghadapi kesulitan mendapatkan benih bermutu yaitu dengan melakukan penyimpanan benih kedelai dari hasil panen sendiri untuk dipergunakan sebagai benih              bahan tanam pada musim tanam yang akan datang.; 3) Rendahnya harga konsumsi kedelai mempengaruhi tingkat kemampuan petani akan membeli benih kedelai bermutu bersertifikat hanya sekitar Rp.8000-10.000/kg dengan daya tumbuh  85%-90%.; 4) Upaya pengadaan benih kedelai bermutu untuk meningkatan produksi kedelai di suatu wilayah merupakan komitmen bersama antara pemerintah pusat, daerah, terkait, penangkar kedelai, dan Gapoktan.


Kata Kunci


penggunaan;benih;kedelai

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.