Analisis Ketersediaan Lengas Tanah di Mintakat Perakaran terhadap Waktu Tanam Jagung di Lahan Kering, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat

Ieke Wulan Ayu, Husni Thamrin Sebayang, Soemarno Soemarno, Sugeng Prijono

Sari


Penentuan tanggal tanam sangat diperlukan dalam meningkatkan produksi terkait dengan upaya mengembangkan produksi satu juta ton jagung pertahun di Kabupaten Sumbawa.Penelitian bertujuan untuk mengetahui ketersediaan lengas tanah dan variasi waktu awal tanam jagung pada musim hujan dan musim kemarau sebagai informasi yang dapat dimanfaatkan dalam pengambilan keputusan perencanaan pola tanam. Model Cropwat 8.0 dengan input data meteorologi bulanan dari tahun 2005-2016 di Kabupaten Sumbawa digunakan untuk menghitung evapotranspirasi, kebutuhan air tanaman dan neraca lengas tanah, yang memungkinkan untuk penyesuaian waktu tanam dan evaluasi produksi tanaman dibawah kondisi lahan kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa awal waktu tanam jagung dapat dimulai pada  tanggal 11 Oktober. Waktu tanam yang dilakukan pada tanggal 21 Oktober-11 November merupakan waktu tanam potensial, kebutuhan air tercukupi dari curah hujan.Penanaman dapat di tanam kembali pada tanggal 21 Januari, 11 Februari, dan 21 Februari (Februari I/II) untuk musim tanam kedua.Memajukan waktu tanam pada 11-21 Oktober (Oktober II/IV) untuk musim tanam pertama, tidak mempengaruhi kehilangan hasil.


Kata Kunci


waktu tanam,tanaman pangan, intensifikasi lahan kering

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Apriyana,Y., Y.Sarvina, E.R.Dewi dan A.Pramudia. 2017. Farmer Adaptation Strategy in Paddy Field Affected by Climate Variability in Monsoon Regions. Asian Journal Of Agriculture, 1(1): 9-16.

Ayu, I.W., H.Lukman, N.Siti, dan H.Yadi. 2017. Kajian One Village One Product (OVOP) Kabupaten Sumbawa. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Samawa. Sumbawa Besar.

Ayu, I.W., Husni,T.,S, Soemarno dan S.Prijono. 2017. Model Neraca Air Lahan untuk Mendukung Pola Tanam pada Pengelolaan Lahan Kering Berkelanjutan di Kabupaten Sumbawa, NTB. Prosiding Seminar Ilmiah Tahunan Lingkungan Hidup. Fakultas Teknologi Pertanian. Universitas Brawijaya. Malang. ISBN. 978-979-99002-6-5

Ayu, I.W., Husni,T.,S, Soemarno dan S.Prijono. 2018. Estimation of the Reference Evapotranspiration in Sumbawa District, West Nusa Tenggara, Indonesia. International Journal of Agriculture Innovations and Research Volume 6, Issue 4, ISSN (Online) 2319-1473.

Ayu, I.W., S. Prijono., Soemarno. 2013. Evaluation of Soil Moisture Availability in Root Zone: Case Study in Unter-Iwes Drylands, Sumbawa, Indonesia International Journal of Ecosystem 2013, 3(5): 115-123 DOI: 10.5923/j.ije.20130305.03.

BPS [Badan Pusat Statistik] Kabupaten Sumbawa. 2017. Kabupaten Sumbawa dalam Angka. Sumbawa Besar. ISSN 0215-5834

Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa. 2017.Road Map Pengembangan Produksi Satu Juta Ton Jagung Pertahun. Sumbawa Besar.

Dinas Pertanian Tanaman Pangan.2012. Laporan Realisasi Tanam Pangan Kabupaten Sumbawa. Sumbawa Besar.

FAO. 2012. Database & Software CROPWAT 8. Natural Resources and Environment Departemen. http://www.fao.org. Accessed 7-7-2015.

Jhajharia,D., Y.Dinpashoh, E.Kahya, V.P. Singh, and A.Fakheri-Fard. 2012. Trends in Reference Evapotranspiration in The Humid Region of Northeast India. Hydrol. Process., 26: 421–435.

Ketiem,P., P.M.Makenzi, E.K.Maranga and P.A.Omondi. 2017. Integration of climate change information In to drylands crop production practices for enhanced food security: Acase study of Lower Tana Basin in Kenya. African Journal of Agricultural Research , 12(20): 1763-1771.

Kirby,J.M., M.Mainuddin, F.Mpelasoka, M.D.Ahmad, W.Palash, M.E.Quadir, S.M.Shah-Newaz and M.M.Hossain. 2016. The impact of climate change on regional water balances in Bangladesh. Clim. Chang., 135: 481–491.

Las, I., A.Pramudia, E.Runtunuwu and P.Setyanto. 2011. Anticipation of climate change in security national rice production. J.Agric.Innov.Dev., 4(1): 76-86.

Laux,P., G.Jackel, R.M.Tingem and H. Kunstmann. 2010. Impact of Climate Change on Agricultural Productivity Under Rainfed Conditions in Cameroon—A Method to Improve Attainable Crop Yields by Planting Date Adaptations. Agricultural and Forest Meteorology, 150(9):1258-1271.

Mardawilis dan Mildaerizanti. 2016. Aplikasi Model Simulasi Tanaman untuk Menyusun Teknologi Budidaya Jagung di Kabupaten Kampar, Riau.Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal 2016, Palembang 20-21 Oktober 2016. ISBN: 979-587-659-7.

Mardawilis dan Mildaerizanti. 2016. Pengaruh Curah Hujan Terhadap Produksi Tanaman Pangan Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal 2016, Palembang 20-21 Oktober 2016 ISBN: 979-587-659-7.

Mulyani,A. dan M.Sarwani. 2013. Karakteristik dan potensi lahan suboptimal untuk pengembangan pertanian di Indonesia. Jurnal Sumberdaya Lahan, 7(1): xx.

Mulyani,A., D.Nursyamsi dan I.Las. 2014. Percepatan Pengembangan Pertanian Lahan Kering Iklim Kering di Nusa Tenggara. Pengembangan Inovasi Pertanian, 7(4): 187-198.

Runtunuwu E., dan H. Syahbuddin.2007. Perubahan Pola Curah Hujan dan Dampaknya Terhadap Periode Masa Tanam. Jurnal Tanah dan Iklim No. 26/2007 .ISSN 1410 – 7244. https://media.neliti.com/media/publications/134662-ID-none.pdf.

Runtunuwu, E., H. Syahbuddin, F. Ramadhani, Y. Apriyana, K. Sari, dan W.T. Nugroho. 2013. Tinjauan Waktu Tanam Tanaman Pangan di Wilayah Timur Indonesia. Pangan, 22(1): 1-10.

Dalimoenthe, S.L., Y. Apriana, dan T. June. 2017. Dampak perubahan iklim terhadap pola curah hujan dan defisit air di perkebunan Teh.Jurnal Penelitian Teh dan Kina 19(2), 2016: 157 – 168. https://tcrjournal.com/index.php/tcrj/article/download/104/101.

Shrestha S, F, Asch, M. D, dan M. Becker. 2011. Cropping Calendar Options For Rice-Wheat Production Systems at High-Altitudes. Field Crops Research 121(1):158-167.

Suciantini. 2015. Hubungan antara iklim (curah hujan) dan produksi tanaman pangan di Kabupaten Pacitan. Pros Sem Nas Masy Biodiv Indon 1 (2): 358-365.

Surmaini, E. dan H.Syahbuddin. 2016. Kriteria Awal Musim Tanam: Tinjauan Prediksi Waktu Tanam Padi Di Indonesia. Jurnal Litbang Pertanian, 35(2): 47-56.

Syahbuddin, H., W.T. Nugroho, B. Rahayu, A. Hamdani, I. Las, dan E. Runtunuwu. 2013. Atlas Kalender Tanam. hlm. 103–159. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.Jakarta.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.