Pengaruh Pengaturan Fase Termofil pada Pengomposan Jerami dan Sampah Pasarterhadap Perombakan Lignin dan Hasil Kompos

Yanisworo Wijaya Ratih, Lelanti Peniwiratri, Nuryanto Nuryanto

Sari


Fase termofil pada proses pengomposan berperan penting dalam perombakan lignin dan pembentukan humus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengaturan fase termofil pada proses pengomposan jerami padi dan sampah pasar terhadap perombakan lignin dan hasil kompos. Penelitian dilakukan dalam dua tahap.Tahap pertama berupa penentuan suhu termofilik, dilakukan dengan menginkubasikan bahan dalam wadah tertutup rapat pada suhu 400C, atau 45 0C, atau 500C.Aktivitas mikroba ditentukan berdasarkan jumlah CO2 yang terbentuk. Penelitian tahap berikutnya dilakukan dengan cara meletakkan 1 kg masing-masing campuran bahan seperti tahap pertama pada wadah/ember. Bahan diinkubasikan selama 1 minggu pada suhu ruang. Selanjutnya dilakukan pengaturan fase termofil pada suhu 50oC dengan durasi inkubasi selama 0,1,2, dan 3 minggu. Total inkubasi dilakukan selama 5 minggu. Parameter yang diamati adalah: pH, kadar C, N dan lignin.  Kadar C kompos dianilisis dengan metode Walky and Black. N kompos dianilisis dengan menggunakan Metode mikro Kjedhal, sedangkan kadar lignin dianalisis menggunakan metode Klason (72% H2SO4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan fase termofil berupa pemanjangan durasi pada fase termofil pada suhu 50oC mengakibatkan penambahan jumlah kadar lignin terombak, penurunan kadar C serta C/N ratio bahan. Durasi fase termofil yang memberi hasil kompos baik adalah selama 2 minggu.


Kata Kunci


pengaturan, kompos, jerami, termofilik, lignin

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.