Peningkatan Pigmen Merah yang Dihasilkan oleh Monascus purpureus pada Limbah Singkong (Manihot esculenta) dengan Variasi Konsentrasi Starter dan Lama Fermentasi

Tiara Kurnia Khoerunnisa, Sumartini Sumartini, Yusman Taufik

Sari


Semakin maraknya penggunaan pewarna sintetis dalam makanan dan bahaya yang diakibatkan jika dikonsumsi terus menerus, sehingga menyebabkan perubahan pola makan masyarakat beralih untuk mengkonsumsi bahan makanan yang alami. Angkak merupakan fermentasi beras yang memiliki warna merah, yang sering kali digunakan sebagai obat dan juga pewarna makanan alami. Dalam penelitian ini dilakukan pembuatan angkak dengan menggunakan bahan baku limbah singkong, untuk memanfaatkan limbah menjadi bahan yang memiliki nilai guna yang tinggi. Namun karena kandungan pati yang berbeda dengan beras mengakibatkan bahan baku ini tidak memiliki tingkat pigmen yang sama dengan beras.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan pigmen merah yang dihasilkan oleh Monascus purpureus pada limbah singkong (Manihot esculenta) dengan variasi konsentrasi starter dan lama fermentasi. Metode penelitian yang dilakukan terdiri dari dua tahap, yaitu penelitian pendahuluan dan penelitian utama. Hasil penelitian menunjukan bahwa variasi konsentrasi starter yang digunakan memberikan peningkatan terhadap intensitas pigmen merah. Produk yang memiliki intensitas pigmen merah tertingi adalah pada konsentrasi 13% dengan lama fermentasi 13 hari yang memiliki nilai absorban 3,070.


Kata Kunci


Limbah singkong, Monacus purpureus, Konsentrasi starter, Lama Fermentasi

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Amelia. Lia, Yanti Hamdiyati dan Kusnadi. 2014. Pengaruh Konsentrasi starter Monascus purpureus Terhadap Produksi Pigmen Pada Substrat Biji Nangka (Artocarpus heterophyllus). Formica Online, Volume 1, Nomor 1. Pendidikan Biologi. UPI

Charterist, W.P., P.M. Kelly, L. Morelli and J.K. Collins. 1998. IngredientSelection Criteria For Probiotic Microorganism In Functional Dairy Food. Int.J. Dairy Tech. 51: 123-135.

Fardiaz, S. 1992. Mikrobiologi Pangan. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Irdawati, E. 2010. Pengaruh Konsentrasi starter dan Lama fermentasi Terhadap Pigmen yang Dihasilkan Oleh Monascus purpureus Pada Limbah Ubi Kayu. Skripsi S1, Padang: Jurusan Biologi Fakultas Matetatika dan Ilmu Pengetahuan Alam UNP

Kusumawati.T.H, Suranto dan S.Ratna (2005). Kajian Pembentukan Warna pada Monascus-Nata Kompleks dengan Menggunakan Kombinasi Ekstrak Beras, Ampas Tahu dan Dedak Padi sebagai Media. Biodiversitas ISSN: 1412-033X Volume 6, Nomor 3. Jurusan Biologi FMIPA Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

Koswara, Sutrisno. 2009. Pewarna Alami : Produksi dan Penggunaannya. Ebookpangan.com

Zubaidah E dan Tedjautama E,. 2014. Peningkatan Produksi Pigmen Merah Angkak Tinggi Lovastatin Menggunakan Ko-Kultur Monascus purpureus dan Saccharomyces cerevisiae. Jurnal Pangan dan Agroindustri vol. 2 no 4 p.78-88. Universitas Brawijaya.

Tisnadjaja, D. 2006. Bebas Kolesterol Dan Demam Berdarah Dengan Angkak. Penerbit Penebar Swadaya. Depok.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.