Identifikasi Ketahanan Pangan Berdasar Aspek Akses Pangan di Kabupaten Batang

Widodo Widodo, Oki Wijaya, Indardi Indardi, Heri Akhmadi

Sari


Peningkatan ketahanan pangan (food security) adalah salah satu dari program utama dalam pembangunan pertanian, selain pengembangan agribisnis.Penelitian memiliki tujuan untuk mengidentifikasi tipologi wilayah berdasarkan indikator ketahanan pangan pada tingkat wilayah desa. Penelitian dilakukan pada wilayah Kabupaten Batang. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data sekunder yang bersumber dari Dokumen Potensi Desa tahun 2016. Tahapan analisis dalam penelitian ini adalah penyusunan indikator ketahanan pangan, menghitung indeks masing-masing daerah dan disajikan dalam bentuk peta rawan pangan tingkat desa.

Hasil penelitian indikator penduduk miskin di Kabupaten Batang menunjukan bahwa jumlah desa yang masuk sangat tahan pangan sebesar 50 persen, ini menunjukan bahwa desa yang berkategori sangat tahan pangan jumlahya sangat besar dari kategori lainnya. Sedangkan hasil analisis rumah tangga yang tidak mendapatkan akses listrik di Kabupaten Batang jumlahnya sangat kecil. Dari 284 desa yang ada di Kabupaten Batang, 149 desa telah mendapatkan akses listrik, dan hanya 99 desa yang tidak dapat akses listrik. Desa yang memilik persentase tertinggi rumah tangga yang tidak tersalur dengan aliran listrik PLN dan non PLN adalah Desa Pacet yang berada di wilayah Kecamatan Reban. Hasil analisis kondisi pendidikan penduduk umur lebih dari 15 tahun Di Kabupaten Batang sudah cukup baik, hasil tersebut didapat dari rata-rata seluruh wilayah sebesar 27,60 persen atau kondisi cukup tahan pangan.

Kata Kunci


Akses Pangan, Ketahanan Pangan, Kebijakan, Wilayah

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Badan Pusat Statistik. 2014. Rata-Rata Pengeluaran per Kapita Sebulan di Daerah Perdesaan Menurut Kelompok Barang dan Golongan Pengeluaran per Kapita Sebulan, 2013-2014. Laporan Badan Pusat Statistik Pusat. Jakarta.

Malik, Hermen. 2014. Melepas Perangkap Impor Pangan : Model Pembangunan Kedaulatan Pangan Di Kabupaten Kaur, Bengkulu. LP3ES: Jakarta.

Maxwell Dc. 1996. Measuring Food Insecurity: The Frequency and Seventy of Coping Strategies. Food Consumption and Nutrition Division. International Food Policy Research Institute : Washington. USA.

Nainggolan, Kaman. 2006. Politik Pertanian dan Kesejahteraan Petani. Makalah ini disampaikan pada Seminar dan Lokakarya Nasional ”Rekonstruksi Politik Pertanian Indonesia” PERHEPI-Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Brawijaya: Malang.

Ningsi, Besse Arna Wisuda. 2012. Permodelan Ketahanan Pangan Indonesia Dengan Menggunakan Partial Least Square Path Modelling (PLS-PM) . Sekolah Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Prahasta, E. 2001. Konsep-konsep Dasar SIG. Informatika: Bandung.

Purwantini, Tri B., Mewa Ariani dan Yuni Marisa. 2003. Analisis Kerawanan Pangan Wilayah dalam Perspektif Desentralisasi Pembangunan. Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian: Bogor.

Sabarella. 2005. Model Persamaan Struktural Kerawanan Pangan. Sekolah Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Sukari. 2009. Strategi Pengembangan Kebijakan dan Program Ketahanan Pangan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. Sekolah Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Suryana, Achmad. 2001. Harmonisasi Kebijakan Ketahanan Pangan Nasional dan Daerah. Disampaikan pada Acara Dialog dan Lokakarya Kebijakan dan Program Ketahanan Pangan di Era Otonomi (2-3 Oktober2011). Bogor.

Wibowo, R. 2000. Pertanian dan Pangan Bunga Rampai Pemikiran Menuju Ketahanan Pangan. Pustaka Sinar Harapan: Jakarta.

Widiatmaka. 2015. Integrasi Informasi Geografis dan Informasi Sumberdaya Lahan Pertanian Mendukung Kedaulatan Pangan Nasional. Disampaikan dalam Seminar Nasional “Peran Geografi dalam Mendukung Kedaulatan Pangan 2015”. Badan Informasi Geospasial. Bogor.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.