Pengaruh Konsentrasi Saccharomyces cerevisiae terhadap Kadar Abu, Kadar Protein, Kadar Lemak dan Kandungan Beta-Glukan Tempe

Samsul Rizal, Maria Erna Kustyawati, Murhadi Murhadi, Hasanudin Hasanudin, Marniza Marniza

Sari


Tempe adalah makanan yang diolah dengan memfermentasi kacang kedelai dengan kapang  Rhizopus oligosporus. Saccharomyces cerevisiae merupakan salah satu jenis khamir yang dikenal sebagi penghasil beta glukan yang bermanfaat bagi kesehatan. Penambahan  khamir S. cerevisiae dalam fermentasi tempe diharapkan dapat menghasilkan tempe yang memiliki kandungan beta glukan sehingga tempe yang dihasilkan memiliki nilai tambah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan S. cerevisiae terhadap kandungan beta glukan, kadar abu, kadar protein, dan kadar lemak. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap, dengan perlakuan penambahan S. cerevisiae sebanyak 0%, 1%, 2%, 3%, 4%, dan 5% b/b dengan 4 kali ulangan.  Terhadap tempe yang dihasilkan selanjutnya dilakukan pengamatan terhadap kadar protein, kadar lemak, kadar abu, dan kandungan β-glukan. Data hasil pengamatan dianalisis sidik ragam untuk mengetahui ada tidak nya perbedaan antar perlakuan dilanjutkan dengan uji lanjut dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) dengan taraf  5%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan S. cerevisiae sebesar sebesar 0%, 1%, 2%, 3%, 4%, dan 5% b/b tidak berpengaruh nyata terhadap kadar abu tempe, kadar lemak tempe, dan kadar protein tempe, tetapi berpengaruh terhadap kandungan beta glukan tempe. S. cerevisiae sebesar 3 % (b/b) menghasilkan kandungan beta glukan tertinggi sebesar 0,076%.


Kata Kunci


Tempe; Saccharomyces cerevisiae; beta glukan

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.