Optimalisasi Pertumbuhan dan Hasil Kedelai (Glycine max L.) secara Organi

Lutfi Arifin, Shabra Hasbi Sri Indra

Sari


Pertanian organik merupakan solusi yang dapat diterapkan untuk menggantikan posisi pupuk dan pestisida anorganik serta diharapkan tetap menjaga keseimbangan ekosistem. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai terhadap pemberian berbagai konsentrasi Pupuk Organik Cair (POC) terbaik. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober sampai Desember 2017 di kelurahan Simpang Baru Panam, Pekanbaru. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 4 ulangan dan 5 perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian POC pada konsentrasi 2,86 ml/L mampu memberikan pengaruh yang nyata terhadap berat basah tanaman, jumlah polong, jumlah biji dan berat 100 biji pada tanaman kedelai.

 


Kata Kunci


Pertanian organik; dosis; dan pupuk organik cair

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Agung, T dan A.Y. Rahayu. 2004. Analisis Efisiensi Serapan N, Pertumbuhan, dan Hasil Beberapa Kultivar Kedelai Baru dengan Cekaman Kekeringan dan Pemberian Pupuk Hayati. Jurnal Agrosains, 6(2): 70-74.

Arifin, L., M. Irfan., dan I. Permanasari. 2016. Potensi Mikroorganisme Lokal (MOL) Dalam peningkatan kualitas fisik, kimia dan Mikrobiologi Pupuk Organik Cair. In Prosiding Seminar Nasional Pertanian dan Peternakan 105-117.

Damayanti, F.F. 2015. Pengaruh Konsentrasi Mikroorganisme Lokal (MOL) Berbahan Dasar Keong Mas (Pomaceae canalicaulata L.) Terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai Keriting (Capsicum annum). Skripsi. Universitas Sanata Dharma. Yogyakarta. 138 hal.

Falodun, E.J., J.O. Ehigiator & S.A. Ogedegbe. 2015. Growth and Yield Response of Soyabean (Glicine max Merr) to Organic and Inorganic Fertilizer in Edo Rainforest of Nigeria. American Journal of Plant Sciences, 6: 3293-3297.

Firmansyah, I.L., N. Khaririyatun and M.P. Yufdy. 2015. The Growth and Yield of Shallots with Organik Fertilizers and Biofertilizers Application in Alluvial Soil.Journal Hort. 25(2): 133-141.

Irfan, M. 2010. Uji efaktivitas pestisida nabati secara In vitro. Jurnal Agroteknologi, I(1): 1-7

Ismunadji, M. Sadikin, S. dan Yuswadi. 1988. Kedelai, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Bogor.

Marpaung, A.E., Karo, B., dan R. Taringan. 2014. The Utilization of Liquid Organik Fertilizer and Planting Techniques for Increasing the Potato Growth and Yielding. Jurnal Hort. 24(1): 49-55

Parnata, Ayub. S. 2004. Pupuk Organik Cair Aplikasi dan Manfaatnya. AgroMedia Pustaka. Jakarta.

Rachman, I. A., S. Djuniwati and K. Idris. 2008. The Effects of Organik Matter and N, P, K Fertilizer on Nutrient Uptake and Yield of Com in lnceptisol Ternate. Jurnal Tanah dan Lingkungan. 10(1): 7-13.

Sabilo, Yusuf. 2018. The Growth Response of Anjasmoro Soybean (Glicine max (L) Merr.) on Combination Inoculated Ultisol Soil of Azotobacter SP., Mycorrhizal and Organic Fertilization. International Journal of Innovations in Engineering and Technology, 7(3): 330-335.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.