Analisa Usaha Tani Jeruk Siam di Lahan Kering (Konawe Selatan) dan Lahan Pasang Surut (Batola)

Lyli Mufidah, Lizia Zamzami, Susi Wuryantini

Sari


Jeruk merupakan tanaman tahunan yang mempunyai nilai ekonomi tinggi, dengan BCR 1,8 pada skala 5 ha. Varietas jeruk yang banyak di tanam di Indonesia adalah siam, dimana dapat ditanam di dataran rendah hingga dataran tinggi. Pengembangan lahan jeruk siam pada lahan kering dan lahan pasang surut perlu untuk diperhatikan, mengingat terbatasnya lahan yang dapat digunakan saat ini. Menurut perhitungan Badan Litbang Pertanian pada tahun 2005, total pengembangan lahan jeruk di 10 provinsi ke depannya hanya tersedia 5,6 juta ha. Oleh karena itu dilakukan analisa usaha tani jeruk siam di Konawe Selatan, yang mewakili lahan kering dan di Batola, yang mewakili lahan pasang surut untuk melihat pendapatan usaha tani, titik impas dan komposisi biaya dari dua lokasi. Pengambilan data dilakukan melalui survey dan wawancara. Dari hasil analisis terlihat di pendapatan usaha tani tanaman jeruk lebih besar ketika di lakukan di lahan pasang surut, dimana komposisi biaya tenaga kerja telah diperhitungkan juga, berbeda dengan Konawe Selatan yang belum memasukkan biaya tenaga kerja. Ttitik impas lebih kecil juga didapatkan di lahan pasang surut.


Kata Kunci


jeruk siam, analisa usaha tani, lahan kering, lahan pasang surut

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Badan Pusat Statistik (BPS). 2010. National Socio-Economic Survey 2010. Jakarta.

Hasbianto, A. 2015. Jeruk Siam Banjar. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Selatan

Institut Pertanian Bogor (IPB). 2013. Brief summary profil investasi dan bisnis bunga dan buah nusantara. Bogor, Indonesia: Author.

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian. 2015. Citrus Outlook. Jakarta.

Massinai, R., P. Sudira, M. Mawardi, D.H Darwanto. 2013. Analisis sistem usaha tani terpadu di lahan pasang surut untuk mendukung pengembangan agroindustri wilayah. AGRITECH, Vol (33), 3: 346-353


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.