Pengaruh Kerapatan Tanaman dan Varietas Sorgum Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Biomassa Sorgum pada Sistem Tumpangsari Sorgum dengan Ubikayu

Kuswanta Futas Hidayat, Sunyoto Sunyoto, Agung Dwi Saputro

Sari


Percobaan lapang ini dilaksanakan untuk mempelajari pengaruh kerapatan tanaman dan varietas sorgum terhadap pertumbuhan dan produksi biomassa sorgum pada sistem tumpangsari sorgum dengan ubikayu.  Percobaan dilaksanakan di Kebun Percobaan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Lampung Unit Percobaan Natar, Desa Negara Ratu, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan dan Laboratorium Ilmu Tanaman, Fakultas Pertanian Universitas Lampung dimulai pada bulan Maret sampai Agustus 2015. Perlakuan dalam penelitian ini disusun secara faktorial (3x4) dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga ulangan.  Faktor pertama adalah tingkat kerapatan tanaman (P), terdiri atas empat taraf, yaitu: satu tanaman per lubang (p1), dua tanaman per lubang (p2), tiga tanaman per lubang (p3), dan empat tanaman per lubang (p4).  Faktor kedua adalah varietas sorgum (G) yang terdiri atas tiga taraf, yaitu: Varietas Numbu (g1), Varietas Keller (g2), dan Varietas Wray (g3). Hasil percobaan memperlihatkan bahwa pengaruh interaksi antara kerapatan tanaman dan varietas sorgum berpengaruh terhadap bobot basah tanaman per tanaman pada umur 9 mst, bobot kering tanaman per tanaman pada umur 9 dan 15 mst, dan bobot kering tanaman per petak (20 m2) pada umur 15 mst. Kerapatan tanaman berpengaruh terhadap produksi biomassa tanaman sorgum.  Tingkat kerapatan tanaman yang tinggi (4 tanaman per lubang) dapat meningkatkan produksi biomassa sorgum per satuan luas  walaupun produksi biomassa per individu tanaman mengalami penurunan. Varietas sorgum berpengaruh terhadap produksi biomassa tanaman sorgum.  Varietas Keller  dan Wray menghasilkan biomassa tanaman sorgum lebih tinggi dibandingkan dengan Varietas Numbu.


Kata Kunci


kerapatan tanaman, varietas sorgum, tumpangsari, ubikayu

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Anggraeni, D. 2014. Pengaruh Kerapatan Tanaman Terhadap Produksi Biomassa Dan Nira Beberapa Varietas Sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench) RATOON I. Skripsi. Universitas Lampung.

Borrell, A., E.V. Oosterom, G. Hammer, D. Jordan, and A. Douglas. 2006. The physiology of “stay-green” in sorghum. Hermitage Research Station. University of Quensland: Brisbande.

Gardner.,F.P.,R.B. Pierce dan R.L. Mitchell. 1991. Fisiologi Tanaman

Budidaya, Terjemahan Herawati Susilo. Universitas Indonesia. Jakarta

Hamim, H., R. Larasati dan M. Kamal. 2012. Analisis komponen hasil sorgum yang ditanam tumpangsari dengan ubi kayu dan waktu tanam berbeda. Prosiding Simposium dan Seminar Bersama PERAGI-PERHORTI-PERIPIHIGI Mendukung Kedaulatan Pangan dan Energi yang Berkelanjutan. p 91- 94. Bogor, 1-2 Mei 2012.

Hartadi, H, S., Reksohadiprojo, L., Soekanto, A. D., Tillman, L. C. Kearl, dan L. E. Haris. 1980. Komposisi Bahan Makanan Ternak untuk Indonesia. Yayasan Rockefeller, Yogyakarta.

Hoeman, S. 2007. Peluang dan Potensi Pengembangan Sorgum Manis. Makalah pada workshop “Peluang dan Tantangan Sorgum Manis sebagai Bahan Baku Bioetanol”. Dirjen Perkebunan. Departemen Pertanian: Jakarta.10 hal.

Purnomohadi, M. 2006. Potensi Penggunaan Beberapa Varietas Sorgum Manis (Sorghum bicolor (L.) Moench) Sebagai Tanaman Pakan Berkelanjutan. Penel. Hayati: Vol. 12. Hlm. 41-44.

Warsana. 2009. Introduksi Teknologi Tumpangsari Jagung dan Kacang Tanah. Penyuluh Petanian BPTP. Jawa Tengah.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.