Analisis Kebutuhan Penyuluh Pertanian Mendukung Jawa Tengah Menjadi Lumbung Pangan Nasional

Roostian Moordiani, Ahmad Wildani, Sinta Widayani

Sari


Pembangunan pertanian dan perkebunan kedepan dihadapkan pada berbagai tantangan, perubahan iklim ekstrim, perubahan dan perkembangan lingkungan yang dinamis, kemajuan teknologi informasi yang pesat, terbatasnya modal petani serta masih lemahnya kelembagaan petani. Mendukung tercapainya pembangunan pertanian di Jawa Tengah diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang handal. Penyuluh mempunyai tugas pokok melaksanakan penyuluhan. Penyuluh juga harus mampu berperan sebagai fasilitator dan inisiator sehingga dapat menolong petani dan keluarganya.

Ketenagaan Penyuluhan di Provinsi Jawa tengah terdiri dari Penyuluh Pertanian (PP) PNS, Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP), Penyuluh Swadaya. Jumlahnya selalu berkurang dalam kurun waktu 5 tahun. Hal ini menjadi permasalahan yang dihadapi dalam pembangunan pertanian. Pengkajian ini bertujuan untuk 1) menganalisis kondisi PP PNS di Jawa Tengah; 2) menganalisis kondisi THL TBPP di Jawa Tengah; 3) menganalisis pelaksanaan tupoksi PP di Jawa Tengah. Hasil pengkajian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk pengambil kebijakan berkaitan dengan pengadaan ketenagaan penyuluh pertanian, penyelenggaraan program peningkatan kapasitas SDM Penyuluh pertanian untuk mendukung tercapainya pembangunan pertanian. Pengkajianini  merupakan pengkajian deskriptif. Data yang digunakanberupa data sekunder.

Hasil pengkajian diketahui bahwa jumlah penyuluh pertanian PNS di Jawa Tengah dalam kurun waktu 5 tahun 2013 s/d 2017 berkurang sebanyak 622 orang atau 26,37%.Sedangkan selama Januari– Desember2017 berkurang sebanyak 125 orang (14,64%). Jumlah THL TBPP di Jawa Tengah dalam kurun waktu 5 tahun selalu berkurang, setiap tahun rata-rata 30 orang, karena diterima pekerjaan ditempat lain, berusaha sendiri, meninggal dunia. Tingkat pendidikan terbanyak adalah SLTA. Tingkat pendidikan berpengaruh terhadap pelaksanaan tupoksi dan kinerja THL TBPP. Jumlah wilayah kerja penyuluh pertanian (WKPP) belum ideal, penyuluh rata-rata memiliki 2 wkpp dengan binaan kelompok 5 – 15 poktan dan 2 gapoktan. Tugas tambahan penyuluh lebih banyak dibandingkan dengan tupoksi sehingga pendampingan kelompok tidak maksimal.

Saran yang dapat disampaikan penulis antara lain : pengadaan formasi penyuluh pertanian PNS masih diperlukan disesuaikan dengan analisis kebutuhan penyuluh pada masing-masing kabupaten/kota.THL TBPP dengan usia diatas 35 tahun perlu mendapatkan perhatian menjadi ASN sehingga dapat meningkatkan kinerjanya. Peningkatan kapasitas SDM Penyuluh baik PNS maupun THL TBPP diperlukan untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya. Optimalisasi peran penyuluh swadaya untuk mendukung terlaksananya penyelenggaraan penyuluhan di lapangan melalui pelatihan dan fasilitasi penyelenggaraan penyuluhan.


Kata Kunci


Penyuluhan, penyuluh

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Arifianto, S, S. Satmoko, B.M. Setiawan. 2017. Pengaruh Karakteristik Penyuluh, Kondisi Kerja, Motivasi Terhadap Kinerja Penyuluh Pertanian Dan Pada Perilaku Petani Padi Di Kabupaten Rembang. J.Agrisocionomics 1(2): 159-173, November 2017.

Inten S,M, D. Elviana, B.R. Nover. 2017. Peranan Penyuluh Pertanian Dalam Peningkatan Pendapatan Petani Komoditas Padi Di Kecamatan Tanjungselor Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara. J. Agrifor 16 (1) : 103 - 108, Maret 2017.

Kementerian Pertanian. Peraturan Meneteri Pertanian Nomor : 01/Permentan/OT.140/1/2008 tentang PedomanPembinaanTenagaHarianLepas (THL) Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian. Jakarta.

Kementerian Pertanian. Peraturan Meneteri Pertanian Nomor 67/PERMENTAN/SM.050/12/2016 Tentang Pembinaan Kelembagaan Petani. Jakarta.

Kementerian Sekretari Negara RI. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani. Jakarta.

Nazir. 2013. MetodePenelitian. Galia Indonesia. Bogor.

Syahyuti. 2014. MAU INI APA ITU? Komparasi Konsep, Teori, dan Pendekatan dalam Pembangunan Pertanian dan Pedesaan: (125 versus 125). PT. Nagakusuma Media Kreatif. Jakarta.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.