Aplikasi Mol Keong Mas dan TSP dalam Meningkatkan Produksi Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea L)

T. Rosmawaty, Selvia Sutriana, Murdiono Murdiono

Sari


Penelitian tentang Aplikasi MOL Keong Mas dan TSP dalam Meningkatkan Produksi Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea L) telah dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau selama 4 bulan, mulai dari bulan Mei sampai Agustus 2017. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh interaksi MOL Keong Mas dan TSP dalam meningkatkan Produksi Tanaman Kacang Tanah. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama yaitu MOL Keong Mas (M) yang terdiri dari 4 taraf yaitu : 0, 15, 30, 45 ml/l air dan faktor kedua adalah pupuk TSP (P) yang terdiri dari 4 taraf yaitu : 0, 0.60, 1.20 dan 1.80 g/tanaman. Parameter yang diamati adalah umur berbunga, umur panen, jumlah polong bernas per tanaman, berat polong kering per tanaman dan berat kering biji per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi MOL Keong Mas dan pupuk TSP berpengaruh nyata terhadap jumlah polong bernas per tanaman, berat polong kering per tanaman dan berat kering biji per tanaman. Perlakuan terbaik adalah kombinasi MOL Keong Mas 45 ml/l air dan pupuk TSP 1,20 g/tanaman (M3P2). Secara utama MOL Keong Mas berpengaruh nyata terhadap umur berbunga, umur panen. Perlakuan terbaik adalah pemberian MOL Keong Mas 45 ml/l air (M3). Secara utama pemberian pupuk TSP berpengaruh nyata terhadap umur berbunga, umur panen. Perlakuan terbaik adalah pemberian pupuk TSP 1,20 g/tanaman (P2).


Kata Kunci


kacang tanah, Mol keong mas, Produksi, TSP

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Adisarwanto, T. 2003. Meningkatkan produksi kacang tanah di lahan sawah dan lahan kering. Penebar Swadaya. Jakarta.

Agustina, L. 2004. Dasar Nutrisi Tanaman. Rineka Cipta. Jakarta.

Anonim. 2015. Indonesia dalam angka 2016. www.bps.go.id. Diakses pada 10 Oktober 2016.

. 2016. Kacang hijau. https://id.wikipedia.org/wiki/Kacang_hijau. Diakses pada 10 Oktober 2016.

Arum, A, S. Iswadi, A. Dwi, A.S. dan Yulin, L. 2013. Studi Mikrobiologi dan Sifat Kimia Mikroorganisme Local (MOL) Yang Digunakan Pada Budidaya Padi Metode SRI (System of Rice Intensification).Jurnal Sainteks Fakultas MIPA Institut Pertanian Bogor. Bogor. 10 (2) : 29-40.

Astawan, M. 2009. Sehat dengan hidangan kacang dan biji-bijian. Penebar Swadaya. Jakarta.

Barus, W. A, Hadriman K,, Muhammad. A.S. 2014.Respon pertumbuhan dan produksi kacang hijau (Phaseolus radiatus l.)Akibat penggunaan pupuk organik cair dan pupuk TSP. Jurnal Agrium Program Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian UMSU Medan. 19 (1) : 1-11.

Bharata 2004

Hasibuan, S. 2014. Respon pemberian konsentrasi pupuk herbafarm dan POC keong mas terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun (Cucumis sativus L.). Jurnal Penelitian Pertanian Bernas Fakultas Pertanian Universitas Asahan. Medan. 9 (2) : 101-118.

Hayati, E, Mahmud, T dan Fazil, R. 2012. Pengaruh jenis pupuk organik dan varietas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai (Capsicum annum. L). Jurnal Floratek Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh. 7 (4) : 173 – 181.

Hidayat, Nurul. 2008. Pertumbuhan dan produksi tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L.). Varietas lokal madura pada berbagai jarak tanam dan dosis fosfor. Jurnal Agrovigor Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura. Jawa Timur. 1 (1) : 55-64

Holt, J. G. N. R. Krieng. P. H. A. Staley. J. T. Sneath, dan S. T. Wiliam. 1994. Bargey’s Manual of determinative Bacteriology. Lippincott Williams dan Wilkins. Philadelpia.

Imaningsih. W, Hidayaturrahmah, Gunawan . 2011. Pertumbuhan Tanaman Jagung ( Zea mays ) yang diberi Kompos Tanah Gambut dengan Stimulator EM4 (EFFECTIVE MICROORGANISM 4). http://fmipa.unlam.ac.id/bioscientiae/wpcontent/uploads/2012/02/B-Vol.-8-No.-2- 2.pdf.Diakses pada tanggal 01 Desember 2017.

Indrasti, N. S. 2003. Artikel pedoman pengolahan kacang tanah.http://agribisnis.web.id. Diakses pada 11 Oktober 2016.

Leszczynska. D., J.K. Malina. 2011. Effect of organic matter from various sources on yield and quality of plant on soils contaminated with heavy metals. Journal Ecology Of Chemical Enginering. Germany. 1 (11) : 501-507.

Lingga, P. 2008. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Penebar Swadaya. Jakarta

Mulyani, S. M. 2010. Pupuk dan Cara Pemupukan. Rineka Cipta. Jakarta.

Pambudi. 2011. Pendugaan biomasa beberapa kelas umur tanaman jenis Rhisoporaapiculata. Fakultas Kehutanan. IPB Press. Bogor.

Purwanasaswita dan Kurnia, 2009. Mikro Organisme Lokal Sebagai Pemicu Siklus Kehidupan Dalam Bioreaktot Tanaman. Makalah Seminar Teknik Kimia ITB 19-20 Oktober 2009, Bandung.

Siswadi. 2006. Budidaya Tanaman Palawija. Citra Aji Parama. Yogyakarta.

Soeprapto, H.S. 2011.Kacang tanah mendunia. Penebar Swadaya. Jakarta.

Sugiyanta, F. Rumawas, M.A. Chozin, W.Q. Mugnisyah, M. Ghulamahdi. 2008. Studi serapan hara N, P, K dan potensi hasil lima varietas padi sawah (Oryza sativa. L) pada pemupukan anorganik dan organik. Jurnal Agron Staf Pengajar Departemen Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor. Bogor. 36 (3) : 16-20.

Suhastyo. A. A, 2011. Studi Mikrobiologi dan Sifat Kimia Mikroorganisme Lokal (Mol) yang digunakan pada Budidaya Padi Metode Sri ( System Of Rice Intensification )

Susanto, D. 2016. Uji aplikasi MOL Keong Mas dan pupuk NPK Mutiara (16;16;16) pada tanaman mentimun (Cucumis sativus .L). Skripsi Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanaian Universitas Islam Riau.Pekanbaru.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.