Analisis Metabolomik Daun Tanaman Tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) Tahan dan Rentan Terhadap Nematoda Puru Akar (Meloidogyne spp.)

Syatori syatori, Rudi Hari Murti

Sari


Tomat merupakan salah satu komoditas penting yang mana produktivitasnya mengalami penurunan setiap tahun. Salah satu penyebabnya adalah serangan nematoda puru akar. Pendekatan metabolomik dilaporkan sebagai salah satu metode alternatif yang dapat mempercepat proses identifikasi komponen senyawa yang berperan dalam ketahanan tanaman terhadap OPT (nematoda puru akar) . Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan profil metabolit organ daun pada tanaman tomat yang tahan dan rentan terhadap nematoda puru akar dan mengetahui senyawa yang berperan dalam ketahanan tanaman tomat yang terdapat pada organ daun. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Pengembangan dan Promosi Agribisnis Perbenihan Hortikultura (BPPAPH) milik Dinas Pertanian Kabupaten Sleman, Laboratorium Genetika Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada serta analisis NMR dilaksanakan di Lembaga Penelitian dan Pengembangan Terpadu Universitas Gadjah Mada mulai bulan November 2016 hingga April 2017. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan masing-masing unit percobaan diulang sebanyak 5 kali. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 14 senyawa metabolit yang terdeteksi pada tanaman yang tahan maupun yang rentan yaitu Valine, Alanine, GABA, Acetic Acid, Sucinate, Ethanolamine, Glycine, β-glucose, α-glucose, Formic Acid, UDPG, Leucine, dan Phenylalanine dan diduga senyawa yang berperan terhadap ketahanan tanaman tomat terhadap nematoda puru akar adalah β-glucose.


Kata Kunci


Nematoda puru akar; metabolomik; tomat; Nuclear magnetic resonance (NMR)

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Badan Pusat Statistik. 2015. https://www.bps.go.id. Diakses pada tanggal 10 Desember 2017.

Harni R. 2014. Resistensi Tanaman Terhadap Nematoda Parasit. Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar, Sukabumi.

Harrigan GG, Goodacre R. 2003. Introduction. Di dalam: Harrigan GG, Goodacre R, editor. Metabolic Profiling: Its Role in Biomarker Discovery and Gene Function Analysis. Dordrecht: Kluwer Academic Pb. hlm. 1-8.

Huang, C.S. 1985. Formation, anatomy dan physiology of giant cell iduced by root.knot nematode dalam J.N., Sasser dan C.C., Carter (eds.) An Advenced treatise on meloidogyne, North Carolina State University Graphics, USA. P.155-164.

Melakeberhan, H., J.W. Webster, R.C. Brook, J.M. D’Auria and M. Cacckette. 1987. Effect of Meloidogyne incognitaon plant nutrient concentration and its influence on plant physiology of bean . J. of Nematol. 19 : 324-330.

Murti, R.H. dan S. Trisnowati. 2001. Keragaan dan Kandungan Nutrisi Buah Tanaman Tomat Introduksi. Agrivet 5: 105-115.

Sasser, J.N. and D.W. Freckman. 1987. World perspective on nematology : the role of the society. p. 17 – 14. InJ.A. Veech & D.M. Dickson (ed.). Visitas on nematology : a Commemoration in the Twenty – fifth Annyversary ofthe society of nematologists. Society of Nematologists.

Souza IRPD, Oliveira ED, Peres MA, Oliveria ACD, Purcino AÁC. 2003. Peroxidase activity in maize inbred lines resistant or susceptible to Maize dwarf mosaic virus. Rev Brasil Milho Sorgo. 2(1):1-8.

Zeck, W.M. 1971. A rating scheme for field evaluation of root-knot nematode infestations. Bayer PflSchutz. Nachr 1 : 141-144.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.