Efektivitas Penggunaan AB Mix terhadap Pertumbuhan Beberapa Varietas Sawi (Brassica sp)

Nanik Furoidah

Sari


Penelitian ini dilakukan dalam upaya menghasilkan pertumbuhan tanaman sawi yang berkualitas dengan menggunakan nutrisi AB Mix yang diberikan dalam bentuk larutan sekaligus sebagai media  hidroponik. Pada sistem hidroponik  konsentrasi nutrisi merupakan faktor yang menentukan untuk pertumbuhan sawi selain air dan oksigen. Konsentrasi nutrisi yang sesuai dalam budidaya sayuran hidroponik akan memacu respon pertumbuhan tanaman menjadi lebih baik serta dapat memberikan hasil dan produksi sayuran yang maksimal. Penelitian dilakukan dengan desain faktorial 3 x 3 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dimana tiap perlakuan diulang tiga kali. Faktor I merupakan perlakuan konsentrasi larutan nutrisi (K) yang terdiri dari 3 level: K1: 1050 ppm, K2: 1100 ppm, K3 : 1150 ppm dan Faktor II merupakan perlakuan macam varietas sawi (V) yang terdiri dari 3 level:V1 : Sawi pagoda, V2 : Sawi hijau, V3 : Sawi pak coy. Parameter yang diamati meliputi: tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, bobot segar dan bobot kering. Hasil penelitian diperoleh bahwa konsentrasi yang paling baik terhadap pertumbuhan sawi adalah 1100 ppm. Macam varietas sawi yang menunjukkan respon pertumbuhan yang terbaik adalah sawi hijau. Interaksi antara perlakuan konsentrasi larutan nutrisi terhadap macam varietas menunjukkan hasil yang berbeda tidak nyata.


Kata Kunci


konsentrasi nutrisi, pertumbuhan, varietas sawi

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Anonim. 2008. Rekapitulasi Luas Areal Tanam, Panen, Produksi, Produktivitas Dan Harga Tanaman Sayuran Dan Buah- Buahan Semusim. Di Jawa Timur Tahun 2007. Sumber : http://www.jatimprov.go.id/index2.php?option=com_bankdata, diakses17 Juni 2016.

Anonim. 2010. Pedoman Budidaya secara Hidroponik. Nuansa Aulia, Bandung. Anonim. 2010. Pedoman budidaya secara hidroponik. Nuansa Aulia. Bandung.

Cahyono, B. 2003. Teknik dan Strategi Budi Daya Sawi Hijau (Pai-Tsai).

Yayasan Pustaka Nusatama, Yogyakarta. Hal : 5-26

Fransisca, S. 2009. Respon Pertumbuhan dan Produksi Sawi Terhadap Penggunaan Pupuk Kascing dan Pupuk Organik Cair. Skripsi. Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian USU.

Gardner, P. Franklin, B. R. Pearce, dan R.L. Mitchell. 2007. Fisiologi Tanaman Budidaya. Terjemahan oleh Herawati ,Susilo. Universitas Indonesia. Jakarta.

Guritno, B. dan Sitompul. 2006. Analisis Pertumbuhan Tanaman. Fakultas Pertanian. Universitas Brawijaya Malang. Malang.

Haryanto, W., T. Suhartini dan E. Rahayu. 2007. Teknik Penanaman Sawi dan

Selada Secara Hidroponik. Penebar Swadaya, Jakarta.

Harjadi, S.S. 2008. Pengantar Agronomi. Gramedia. Jakarta.

Hartono, K. dan N. S., Budiana. 2014. Hidroponik Sayuran. Penebar Swadaya. Jakarta.

Heru, P dan Indriani Y. H. 1999. Hidroponik Sayuran Semusim untuk Bisnis dan

Hobi. Penebar Swadaya. Jakarta.

Parman, S. 2007. Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kentang (solanum tuberosum L.) Buletin Anatomi dan Fisiologi. Sumber: http://eprints.undip.ac.id/6118/1/SarjanaPsolanum-kompl.pdf, diakses tanggal 17 juli 2016

Kinasihati, E. 2008. Studi Kebutuhan Nitrogen Tanaman Selada. Universitas

Jember. Jember.

Lakitan, B. 2007. Dasar-dasar Fisiologi tumbuhan. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Lingga, P. 2002. Hidroponik Bercocok Tanam Tanpa Tanah. Penebar Swadaya. Jakarta.

Mandala, M. 2008. Morfologi Perakaran Tanaman Kedelai (Glycine Max)

sebagai Pengaruh Diameter Kelereng atau Agregat Tanah. Agritrop, 6(2):107-112.

Polii, M. G. M. 2009. Respon Produksi Tanaman Kangkung terhadap Variasi Waktu Pemberian Pupuk Kotoran Ayam. Soil Environment, (7) 1 : 18-22.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.