Evaluasi Nutrisi Hidroponik Alternatif Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Mentimun Jepang Varietas Roberto pada Hidroponik Irigasi Tetes Infus

Budy Frasetya, Kundang Harisman, Abdul Rohim, Cecep Hidayat

Sari


Pemanfaatan hidroponik sebagai salah satu teknologi peningakatan produksi komoditas hortikultura sayuran-buah perkembangannya masih dihadapkan pada beberapa kendala, yaitu kendala teknis (penguasaan teknologinya), kendala ekonomis(biaya investasi awal, biaya produksi tinggi) dan aspek sosial (penerimaan masyarakat terhadap produk hasil hidroponik). Aspek ekonomi berperan besar terhadap keinginan masyarakat untuk menguasai teknologinya dan penerimaan masyarakat terhadap produk hasil hidroponik sebagai sumber pangan sehat. Upaya untuk meningkatkan nilai ekonomis agar bertanam secara hidroponik dapat menghasilkan keuntungan lebih besar adalah mengatur pemberian nutrisi tanaman dan pembuatan nutrisi dengan sumber bahan-bahan pupuk yang murah, mudah dijangkau dan tersedia di pelosok daerah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental menggunakan rancangan  acak lengkap (RAL) satu faktor, yaitu variasi nilai electrical conductivity (EC) formulasi nutrisi alternatif terdiri dari 6 taraf perlakuan ( EC 3,0; 3,2; 3,4; 3,6; 3,8; dan 4,0) mS cm-1. Evaluasi nutrisi hidroponik diukur berdasarkan respons terhadap tinggi tanaman, luas daun, berat buah per tanaman dan indeks panen. Hasil pengamatan utama kemudian dianalisis menggunakan analisis ragam, apabila hasil analisis ragam taraf perlakuan berpengaruh nyata kemudian dilanjutkan dengan uji beda jarak  Duncan pada taraf 5%. Sebagai penunjang  penelitian dilakukan pengamatan terhadap suhu dan kelembaban di lokasi penelitian. Hasil penelitian pemberian variasi nilai EC nutrisi hidroponik alternatif berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan luas daun akan tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap berat buah per tanaman dan indeks panen. Pemberian EC 3,4 mS cm‑1 formulasi nutrisi alternatif memberikan hasil terbaik terhadap tinggi tanaman dan luas daun.

Kata Kunci


alternatif sumber bahan nutrisi , mentimun Jepang, , variasi nilai EC

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Abdurazzak, M.H. dan A. Marliah. (2013). Pertumbuhan dan hasil mentimun (cucumis sativus L.) akibat perbedaan tanam dan jumalh perlubang tanam. Jurnal Agrista Vol. 17 No. 2

Bakker, J. C., Welles, G. W. H., & van Uffelen, J. A. M. (1987). The effects of day and night humidity on yield an quality of glasshouse cucumbers. Horticultural Science, 1589(January), 361–368. https://doi.org/10.1080/14620316.1987.11515793

Birnadi, S., & Hendrian, A. (2017). Effect of different electrical conductivity value and chamfer slope on the growth and results of Kailan (brassica oleracea) acephala variety in hydroponic nutrient film technique. Asian Journal of Agriculture and Rural Development, 7(2), 28–39. https://doi.org/10.18488/journal.1005/2017.7.2/1005.2.28.39

Grimstad, S. O., & Frimanslund, E. (1993). Effect of different day and night temperature regimes on greenhouse cucumber young plant production , flower bud formation and early yield. Scientia Horticulturae, 53, 191–204.

Juniar S. (2008). Luas daun, kandungan Klorofil dan Laju Pertumbuhan Rumput pada Naungan dan Pemupukan yang berbeda. Jurnal Vol. 13 No.2

Maboko, M. M., Du Plooy, C. P., & Bertling, I. (2009). Comparative performance of tomato cultivars in soilless vs. in-soil production systems. Acta Horticulturae, 843(October), 319–326. https://doi.org/10.17660/ActaHortic.2009.843.42

Maghfoer, M. D., Soelistyono, R., & Ashrina, M. (2007). Pengaruh Tingkat Elektro-Konduktivitas dan Waktu Peningkatannya Pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Melon (Cucumis melo var. Eagle) Sistem Hidroponik Terapung. Agrivita, 29(3).

Qurrohman, B. F. T. (2017). Formulasi Nutrisi Hidroponik AB Mix dengan Aplikasi MS Excel dan Hydrobuddy. Yogyakarta: Plantaxia.

Sabaruddin, L. (2014). Agrokilmatologi Aspek-aspek Klimatik untuk Sistem Budidaya TAnaman. Bandung: CV ALFABETA.

Sismanto, R. N. S. dan. (2016). Pertumbuhan dan Hasil Pakchoi (Brasicca rapa L.) Pada Dua Sistem Hidroponik Hidroponik dan Empat Jenis Nutrisi. Jurnal Kelitbangan, 4(1), 1–9.

Sutiyoso, Y. (2006). Hidroponik Ala Yos. Jakarta: Penebar Swadaya.

Wortman, S. E. (2015). Crop physiological response to nutrient solution electrical conductivity and pH in an ebb-and-flow hydroponic system. Scientia Horticulturae, 194, 34–42. https://doi.org/10.1016/j.scienta.2015.07.045

Wijayani, A., W Widodo. (2005). Usaha Meningkatkan Kualitas Beberapa Varietas Tomat Dengan Sistem Budidaya Hidroponik, Ilmu Pertanian 12(1)

Yuwono dan Rosmarkam A. 2002. Ilmu Kesuburan Tanah. Kanisius, Yogyakarta.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.