Pengaruh Konsentrasi Pupuk Organik Cair Sabut Kelapa Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kentang Kleci

Widagdo Suripto, Tyastuti Purwani, Bambang Nugroho

Sari


Penelitian tentang pengaruh konsentrasi pupuk organik cair sabut kelapa terhadap pertumbuhan dan hasil kentang kleci ( Coleus tuberosum) dilaksanakan di kebun Dusun Jitengan, Balecatur, Gamping, Sleman dengan ketinggian tempat 114 m dpl dengan jenis tanah vertisol dan di Laboratorium Agroteknologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta mulai bulan Oktober 2016 sampai dengan bulan Maret 2017. Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode percobaan (eksperimen). Faktor perlakuan adalah faktor tunggal, yaitu konsentrasi pupuk organik cair sabut kelapa yang terdiri atas 5 aras perlakuan. Unit-unit percobaan ditata dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 3 ulangan, dengan jumlah unit percobaan keseluruhan ada 15 unit. Perlakuan berupa pemberian pupuk organik cair sabut kelapa dengan konsentrasi 0%, 5 %, 10%, 15%, dan 20%. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis varians pada taraf kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk organik cair sabut kelapa dengan konsentrasi 0%, 5%, 10%, 15% dan 20% mempengaruhi pertumbuhan dan hasil kentang kleci. Perlakuan konsentrasi 5%, 10%, 15% dan 20% menjadikan pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, bobot segar tajuk, bobot segar dan kering akar cenderung lebih baik dibanding kontrol, demikian juga pada jumlah umbi pertanaman. Sedangkan diameter umbi, per tanaman, bobot umbi per petak serta bobot umbi per hektar tidak menunjukan beda nyata dibanding kontrol. Waktu pembungaan dan bobot kering tajuk tidak dipengaruhi oleh konsentrasi pupuk organik cair sabut kelapa. Konsentrasi pupuk organik cair sabut kelapa 5 % merupakan konsentrasi terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kentang kleci.Penelitian tentang pengaruh konsentrasi pupuk organik cair sabut kelapa terhadap pertumbuhan dan hasil kentang kleci ( Coleus tuberosum) dilaksanakan di kebun Dusun Jitengan, Balecatur, Gamping, Sleman dengan ketinggian tempat 114 m dpl dengan jenis tanah vertisol dan di Laboratorium Agroteknologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta mulai bulan Oktober 2016 sampai dengan bulan Maret 2017. Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode percobaan (eksperimen). Faktor perlakuan adalah faktor tunggal, yaitu konsentrasi pupuk organik cair sabut kelapa yang terdiri atas 5 aras perlakuan. Unit-unit percobaan ditata dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 3 ulangan, dengan jumlah unit percobaan keseluruhan ada 15 unit. Perlakuan berupa pemberian pupuk organik cair sabut kelapa dengan konsentrasi 0%, 5 %, 10%, 15%, dan 20%. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis varians pada taraf kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk organik cair sabut kelapa dengan konsentrasi 0%, 5%, 10%, 15% dan 20% mempengaruhi pertumbuhan dan hasil kentang kleci. Perlakuan konsentrasi 5%, 10%, 15% dan 20% menjadikan pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, bobot segar tajuk, bobot segar dan kering akar cenderung lebih baik dibanding kontrol, demikian juga pada jumlah umbi pertanaman. Sedangkan diameter umbi, per tanaman, bobot umbi per petak serta bobot umbi per hektar tidak menunjukan beda nyata dibanding kontrol. Waktu pembungaan dan bobot kering tajuk tidak dipengaruhi oleh konsentrasi pupuk organik cair sabut kelapa. Konsentrasi pupuk organik cair sabut kelapa 5 % merupakan konsentrasi terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kentang kleci.

Kata Kunci


Kentang kleci, pertumbuhan, hasil, pupuk organik cair sabut kelapa

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Badan Litbang, 1986. Ringkasan Bercocok Tanam, Tanaman Perkebunan dan Industri, Buah-buahan dan Sayuran. BIPP Timor-Timur.

Dewi Yuanita Lestari. 2012. Diakses dari: http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pengabdian/dewi-yuanita-lestari-ssi-msc/cara-pembuatan-pupuk-organik-cair.pdf pada tanggal 19 Juni 2013 jam 11.32 WIB

Endah Sulistyawati, Nusa Mashita, Devi N.Choesin. 2008. Pengaruh Agen Dekomposer Terhadap Kualitas Hasil Pengomposan Sampah Organik Rumah Tangga.Universitas Trisakti, Jakarta.

Gunalan, 1996. Penggunaan Mikroba Bermanfaat pada Bioteknologi Tanah Berwawasan Lingkungan. Majalah Sriwijaya Vol. 32. No. 2. Universitas Sriwijaya.

Hanolo, W. 1997. Tanggapan tanaman selada dan sawi terhadap dosis dan cara pemberian pupuk cair stimulan. Jurnal Agrotropika 1(1):25-29.

Harjadi, M.M. Sri Setyati. 1991. Pengantar Agronomi. Gramedia Pustaka Utama : Jakarta.

Hendrinova. 1990. Pengaruh Berbagai Pupuk Organik dan Pupuk Daun terhadap Pertumbuhan dan Hasil Rimpang jahe. Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian IPB. Bogor.

Indriani, Y.H. 2003. Membuat Kompos Secara Kilat. PT. Penebar Swadaya. Jakarta.

Lakitan, B. 1996. Fisiologi Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman. Cetakan I PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Marpaung, A.E., Karo, B., dan Tarigan, R. 2014. Pemanfaatan Pupuk Organik Cair dan Teknik Penanaman Dalam Peningkatan pertumbuhan dan Hasil Kentang. Jurnal Hortiultura Vol 24 No.1 :49-55

Napitupulu, Delima dan Winarto, Loso. 2010. Pengaruh Pemberian Pupuk N dan K Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah. Jurnal Hortikultura Vol 20 No 1 :27-35.

Nkansah, G. O. 2004. Solenostemon rotundifolius (Poir.) J. K. Morton. PROTA 2 : Vegetables! Legumes. Wageni ngen, Netherlands

Parman, S. 2007. Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Supra Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kentang (Solanum tuberosum L.) Buletin Anatomi dan Fisiologi Vol. XV, No. 2

Poerwowidodo. 1992. Telaah Kesuburan Tanah. Penerbit Angkasa. Bandung

Rahman, S. 2010. Formulasi TepungKentang Hitam (Solenostemon rotundifolius) dan Tepung Terigu Terhadap Beberapa Komponen Mutu Roti Tawar. Skripsi Fakultas PertanianUniversitas Mataram.

Rinsema, W.T. 1983. Pupuk dan Cara Pemupukan. Jakarta: Bhratara Karya Aksara

Rindengan, B., A. Lay., H. Novarianto., H. Kembuan dan Z. Mahmud. 1995. Karakterisasi Daging Buah Kelapa Hibrida untuk Bahan Baku Industri Makanan. Laporan Hasil Penelitian Kerjasama Proyek Pembinaan Kelembagaan Penelitian Pertanian nasional. Badan Litbang.49 hal.

Setiadi dan Surya Fitri, N. 2000. Kentang dan Pembudidayaan. Penebar Swadaya. Jakarta

Silalahi, N. 2009. Tampilan Kentang Hitam Pada Tanah Mineral Masam Bengkulu. Bengkulu

Suhardi, 2002. Hutan dan Kebun Sebagai Sumber Pangan Nasional. Kanisius. Yogyakarta.

Sunarjono, H. 1975. Budidaya kentang. N.V. Soeroengan, Jakarta.

Sutedjo Mul Mulyani. 1987. Pupuk dan Cara Pemupukan. Jakarta: Rineka Cipta

Suwandi dan Nurtika. 1987. Pengaruh pupuk biokimia “Sari Humus” pada tanaman kubis. Buletin Penelitian Hortikultura 15(20):213-218

Zainal, M. 2005. Prospek Pengolahan Hasil Samping Buah Kelapa. Bogor: Perspektiv http://mitalom.com/cara-membuat-poc-sabut-kelapa/ pada tanggal 23 Mei 2016


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.