Analisis Keuntungan Usaha Beternak Puyuh di Kecamatan Kokap Kabupaten Kulonprogo

Sugeng Siti Raharjo, Endang Siti Rahayu, Sutrisno Hadi Purnomo

Sari


Kegiatan usaha yang menarik dikaji di subsektor peternakan adalah usaha agribisnis peternakan burung puyuh. Hal ini dilandasi beberapa alasan, yaitu: (1) periode siklus produksinya yang relatif pendek membuat perputaran modal relatif cepat, menjadikannya cocok untuk usaha peternakan rakyat; (2) usaha peternakan burung puyuh mempunyai kaitan yang luas baik kaitan ke belakang (backward linkage) maupun kaitan ke depan (forward linkage); (3) kemampuannya dalam menyerap tenaga kerja secara ekstensif. Kecamatan Kokap merupakan salah satu kecamatan yang sudah memelihara ternak burung puyuh di Kabupaten Kulonprogo. Mencermati usaha ternak burung puyuh yang dilakukan oleh petani peternak di kecamatan Kokap bahwa, sumberdaya pakan yang masih menggunakan pakan jadi (pakan pabrik) dan belum memanfaatkan sumberdaya pakan lokal tentunya berpengaruh pada biaya pakan yang cukup besar. Dengan demikian petani peternak burung puyuh di Kecamatan Kokap masih tergantung pada pakan pabrik sehingga perlu dilakukan kajian melalui penelitian apakah usaha beternak burung puyuh yang dilakukan oleh petani peternak di kecamatan Kokap memberikan tingkat keuntungan atau sebaliknya. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka rumusan masalah penelitian ini ialah apakah usaha beternak burung puyuh memberikan keuntungan bagi petani peternak. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis besarnya keuntungan dan biaya produksi usaha ternak burung puyuh. Biaya produksi per 2000 ekor dari usaha ternak burung puyuh di Kecamatan Kokap terdiri biaya tetap dan biaya variabel. Biaya total dalam usaha ini adalah sebesar Rp.168.907.818/periode produksi dengan rata-rata responden mengeluarkan biaya tunai sejumlah Rp.163.472.064,00/periode produksi. Biaya yang diperhitungkan dalam usaha ini sejumlah Rp.5.435.754,00/periode produksi dengan rata-rata responden mengeluarkan biaya tidak tetap sejumlah Rp.168.936.844. Keuntungan yang didapatkan peternak  populasi 2000 ekor pada usaha ternak burung puyuh di Kecamatan Kokap disepanjang satu periode produksi adalah sebesar Rp.29.566.214/periode produksi. Hasil analisis R/C atas biaya tunai
 
 
 D.23
 
 Vol 2, No. 1 (2018) E -ISSN: 2615-7721 P-ISSN: 2620-8512
 
menunjukkan hasil 1.21 dan R/C atas biaya total menunjukkan hasil 1.18. R/C menunjukkan bahwa setiap satu rupiah yang dikeluarkan akan menghasilkan penerimaan sebesar R/C nya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa setiap satu rupiah yang dikeluarkan peternak maka menghasilkan penerimaan sebesar 1.21 rupiah atas biaya tunai dan 1.28 rupiah atas biaya total. Usahatani burung puyuh efisien untuk diusahakan jika dilihat dari kedua R/C karena memiliki nilai lebih besar dari satu. Hal ini menunjukkan bahwa usaha ternak burung puyuh yang dijalankan bisa memberikan manfaat atau keuntungan seperti apa yang diharapkan.
 
Kata Kunci: Analisis keuntungan, Burung puyuh

 

 


Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.