Aplikasi Mulsa pada Beberapa Tingkat Irigasi dan Pengolahan Tanah terhadap Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah (Allium cepa L.)

Restu Puji Mumpuni, Eko Sulistyono

Sari


ABSTRAK

 

Bawang merah (Allium cepa L.) merupakan komoditas yang memiliki arti penting, terutama untuk masyarakat Indonesia, baik sebagai bumbu pelengkap maupun sebagai obat. Kebutuhan bawang merah terus meningkat maka perlu adanya terobosan teknologi budidaya yang mampu meningkatkan produksi bawang merah. Budidaya bawang merah umumnya dilakukan pada lahan kering dan membutuhkan irigasi.  Penggunaan mulsa organik dapat menghemat penggunaan air dengan menekan laju evaporasi dari permukaan tanah. Air sering merupakan faktor pembatas bagi pertumbuhan tanaman, terutama di daerah kering. Pengolahan tanah sangat penting untuk tanaman umbi, petani biasanya mengolah lahan dengan cangkul dan koret dengan kedalaman olah 10-30 cm. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan September hingga Desember 2017 di Kebun Percobaan Gunung Gede Program Diploma IPB. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh penggunaan mulsa organik pada beberapa tingkat pengolahan tanah dan irigasi terhadap produksi bawang merah. Penelitian menggunakan rancangan split plot. Penggunaan mulsa sebagai petak utama sedangkan pengolahan tanah dan irigasi sebagai anak petak. Faktor pengolahan tanah 2 taraf yaitu kedalaman 10 cm dan 20 cm, Faktor irigasi 4 taraf evaporasi yaitu 0.5E0, 1 E0, 1.5E0 dan 2E0 masing masing diulang 3 kali sehingga terdapat 48 petak percobaan. Pengamatan dilakukan terhadap 10 tanaman contoh pada setiap petak percobaan yang berukuran 1.2 m x 8 m yang ditentukan secara acak. Hasil dari percobaan menunjukkan Pemberian mulsa pada budidaya bawang merah merupakan rekomendasi terbaik terlihat dari jumlah umbi yang lebih banyak walaupun untuk pertumbuhan tunas tidak nyata. Volume irigasi berpengaruh nyata di awal pertumbuhan tunas yaitu perlakuan 1.5 E0 di minggu ke 2 dan pada kombinasi perlakuan ternyata perlakuan mulsa memberikan panen ubinan tertinggi jika dikombinasikan dengan volume irigasi 1.5 E0 dan olah tanah 10 cm. Volume irigasi 0.5E0 dan 1E0 memberikan bobot umbi contoh terbaik. Pengolahan tanah 10 cm secara nyata memberikan bobot ubinan terbaik.

 

Kata kunci : Evaporasi, umbi, lahan kering


Kata Kunci


evaporasi; tunas; olah tanah

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Abdurachman, A., S. Sutomo, dan N. Sutrisno. 2005. Teknologi Pengendalian Erosi Lahan Berlereng dalam Teknologi Pengelolaan Lahan Kering Menuju Pertanian Produktif dan Ramah Lingkungan. Puslitbangtanak

Badan Pusat Statistik. 2016. Produksi Bawang Merah. [internet] (diakses 27 Oktober 2017) http://www.bps.go.id>brs>view

Blum, U. L., King. T., Gerig. M., Lehman. M., Woshom. A. D. 1997. Effect of clover and small grain cover crops and tillage techniques on seedling emergence of same dicotyledonous weed spesies. Amer. J. Alter. Agronomy. 12, 146-161

Fauziah R, AD Susila, E Sulistyono. 2016. Budidaya bawang merah menggunakan irigasi sprinkler pada beberapa volume dan frekuensi. J. Hort. Indonesia 7(1)

Kumar, S., M. Imtiyaz, A. Kumar, R. Singh. 2007. Response of onion (Allium cepa L.) to different levels of irrigation water. Agric. Water Manag. 89: 161-166.

Lakitan, B. 1995. Hortikultura, Teori Budidaya dan Pasca Panen. Grafindo Persada. Jakarta. Hlm 71 dan 73.

Mermoud, A., T.D. Tamini, H. Yacouba. 2005. Impacts of different irrigation schedules on the water balance components of an onion crop in a semiarid zone. Agric. Water Manag. 77: 282-295.

Poerwanto, R., A.D. Susila. 2014. Seri 1 Hortikultura Tropika Teknologi Hortikultura. IPB Press. Bogor.

Romaryani S, SJ Damanik, B Siagian. 2014. Pertumbuhan dan produksi bawang merah dengan pengolahan tanah yang berbeda dan pemberian pupuk NPK. J. Agrotek Vol.2, No.2 : 712- 725

Samson, B., K. Tilahun. 2007. Regulated deficit irrigation scheduling of onion in a semiarid region of Ethiopia. Agric. Water Manag. 89(1): 148-152.

Suwandi. 2014. Teknologi Bawang Merah Off season: Strategi dan Implementasi Budidaya. Bandung (ID): Balai Penelitian Tanaman Sayuran

Zayton, A.M. 2007. Effect of soil-water stress on onion yield and quality in sandy soil. Misr J. Ag. Eng. 24(1): 141-160.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.