Pertumbuhan Bibit Kelor (Moringa oleifera Lamk) dari Biji dan Stek dengan Interval Pemberian Air yang Berbeda

Catur Wasonowati, Endang Sulistyaningsih, Didik Indradewa, Budiastuti Kurniasih

Sari


Kelor (Moringa oleifera Lamk.) merupakan tanaman yang sangat bergizi dan  mengandung zat nutrisi yang cukup tinggi serta  memiliki berbagai manfaat potensial. Kelor tumbuh dengan mudah dan bisa dikembangbiakan dengan menggunakan biji dan stek. Tujuan percobaan untuk mengetahui prosentase tanaman hidup dan pertumbuhan bibit kelor dengan bahan tanam (bibit dan stek) dengan interval pemberian air yang berbeda. Percobaan dilakukan di rumah plastik di desa Telang, Kecamatan Kamal Bangkalan Madura pada bulan April-Mei 2016.  Penelitian ini menggunakan rancangan petak terbagi, petak utama : interval pemberian air yaitu A1: 2 hari, A2: 4 hari, dan A3: 8 hari sekali dan anak petak : bahan tanam yaitu B1: biji, B2: stek. Parameter pertumbuhan vegetatif yang diukur adalah pertambahan tinggi tanaman (cm), diameter batang (mm) dan jumlah daun. Hasilnya menunjukkan bahwa prosentase tanaman hidup dan pertumbuhan bibit tanaman kelor dari biji lebih baik pada awal pertumbuhan daripada bibit yang berasal dari stek. Hal ini disebabkan tanaman kelor yang diperbanyak dengan biji memiliki pertumbuhan yang lebih cepat pada pertumbuhan awal karena pertumbuhan akar lebih baik dan lebih banyak. Pertumbuhan kelor yang ditanam dengan biji lebih cepat daripada stek dapat dilihat dari pertumbuhan yang lebih tinggi pada parameter  tinggi tanaman, diameter batang dan jumlah daun tanaman.


Kata Kunci


pertumbuhan, bibit, biji, stek, Moringa oleifera

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Araus, J.L., Slafer, G.A., Reynolds, M.P. and Royo, C, 2002. Plant breeding and drought in C3 cereals: What should we breed for? Annals of Botany (London) 89:925-940.

Essien, B. A., Essien, J. B., Ogbu, J. U., Nwite, J. C., Anaele, U. M. and Keke, C. I. 2010. Study on nursery media for germination and early seedling growth of (Dennettia tripetala). Nigerian Journal of Horticultural science, 15: 9-13.

Fahey, J.W. 2005. Moringa oleifera : a review of medicine evidence for its nutritional, therapeutic and prophylatic properties : Part I. Trees Life J : 1 :5-5.

Fuglie, L.J. & Sreeja, K.V. 2010. Cultivation of Moringa. Retrieved on 3rd February 2010from http://www.Moringafarm.com

Jacob DE, Ben N, Ajayi S, and LU Nelson. 2016. Comparative study of propagation methods on the early growth rate of Moringa oleifera (Lam). International Journal of Research, vol 03 Issue 09 May 2016.

Krisnadi, D A. 2014. Kelor super nutrisi. Kelorina.com. Pusat Informasi dan Pengembangan Tanaman Kelor Indonesia. LSM-MEPELING. Blora. 141p.

Kurniasih. 2014. Khasiat dan manfaat daun kelor untuk penyembuhan berbagai penyakit. Pustaka Baru Press. Yogyakarta. 183p.

Makkar dan Becker, 1996. Nutrient and antiquality factors in different morphological parts of theMoringa oleifera tree. J.Agric. Sci. Cambridge. 128, 311-322.

Olivier, C. 2009. Intensive Moringa oleifera cultivation the North Sinegal. Retrieved on 3rdFebruary, 2010 from www.syfia.com/fr/artcle

Palada MC. 1996. Moringa (Moringa oleifera Lam.): A versatile tree crop with horticultural potential in the subtropical United States. Hort Science, 31(5), 794-797.

Said A, Lere GA, Yahqub M, Abdullahi H and Hamma I L. Influence of nursery media and age of cutting on the performace of Moringa (Moringa oleifera L) in Samaru Zaria. Nigerian Journal of Agriculture, Food ad Environment. 2015; 11(3) : 70-73.

Ted R. 2005. Farm and forestry production and marketing profile for Moringa. (Moringa oleifera) Specialty crops for Pacific Island Agroforestry. (http://agroforestry.net/images/pdfs/Moringa_specialty_crop.pdf)


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.