Studi Respirasi Benih Kedelai (Glycine max (L.) Merr) Setelah Diberi Perlakuan Invigorasi Matriconditioning Saat Simpan

Puguh Bintang Pamungkas, Supriyono Supriyono, Edi Purwanto

Sari


Salah satu kelemahan produksi kedelai adalah masalah penyimpanan, karena deteriorasi yang berlangsung cepat. Salah satu upaya meningkatkan kualitas benih adalah dengan teknik invigorasi. Invigorasi dapat dilakukan sebelum simpan, ditengah periode simpan atau sebelum tanam. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan waktu yang tepat pemberian invigorasi matriconditioning dan mengetahui pengaruh invigorasi matriconditioning terhadap mutu benih kedelai setelah penyimpanan. Penelitian dilaksanakan Agustus 2017-Februari 2018 di laboratorium Agroteknologi dan Kimia Universitas Mercu Buana Yogyakarta. Penelitian dilakukan dengan metode rancangan acak lengkap faktorial yang terdiri dari 2 faktor 3 ulangan, yaitu waktu pemberian invigorasi dan jenis invigorasi. Variabel yang diamati meliputi Kadar Air (KA), Daya Berkecambah (DB), Indeks Vigor (IV), Laju Respirasi. Hasil menunjukkan KA, IV dan Laju Repirasi tidak ada interaksi antar perlakuan, sedangkan DB menunjukkan adanya interaksi antar perlakuan. Regresi menunjukkan pengaruh Laju Respirasi dengan karakter fisiologi benih, dimana Laju Repirasi-KA memiliki korelasi positif, Laju Repirasi-DB dan Laju Repirasi-IV memiliki korelasi negatif. Laju Repirasi dapat digunakan sebagai salah satu karakter dalam penentuan viabilitas benih yang mencerminkan kualitas benih. Laju respirasi terbesar ada pada perlakuan W2M4, sedangkan laju respirasi tekecil ada pada perlakuan W3M2.

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.