Teknik Pemanenan Madu Hutan oleh Masyarakat di Pulau Moyo Nusa Tenggara Barat

Muhammad Hidayatullah, Cecep Handoko, Abdul Jafar Maring, Ramdiawan Ramdiawan

Sari


ABSTRAK

Perburuan madu hutan sudah dilakukan sejak lama oleh masyarakat di sekitar hutan karena madu memiliki nilai yang sangat ekonomis.  Tulisan ini bertujuan untuk menyampaikan informasi terkait rangkaian aktivitas perburuan madu hutan di Pulau Moyo mulai dari persiapan sampai pada kegiatan pemanenannya.  Penelitian dilakukan dengan metode observasi/survei, wawancara dan diskusi dengan responden yang terkait dengan penelitian, responden penelitian sebanyak 20 orang yang ditentukan secara purposive sampling.  Hasil penelitian diketahui bahwa perburuan madu hutan di Pulau Moyo dilakukan 2 kali dalam setahun, yaitu periode Februari – Juni serta September – Desember.  80% responden mengatakan bahwa hasil berburu pada bulan Oktober – Desember lebih baik bila dibandingkan dengan periode waktu yang lain.  Kegiatan berburu dilakukan secara berkelompok yaitu rata-rata sebanyak 3 orang/kelompok, selama 3 – 7 hari. Pemanenan madu dilakukan secara tradisional dan perlengkapan yang digunakan adalah parang, pisau, ember, cabai hutan, ranting kering dan daun basah, tali nilon, baju dan celana panjang serta sarung untuk melindungi bagian tubuh dari serangan lebah.. Pemanenan madu akan dilakukan ketika menjumpai pohon sarang saat berburu, walaupun kondisi sarang belum siap untuk dipanen.  Pemanenan dilakukan dari pagi sampai sore hari, kecuali saat hujan dengan sistem pengasapan pada sarang yang akan dipanen, satu sarang membutuhkan waktu 20-30 menit.  Hasil berburu madu hutan menjadi sumber pemasukan tambahan bagi masyarakat Pulau Moyo, harga jual Rp. 70.000,- perbotol. Rata-rata pendapatan dalam sekali berburu mencapai Rp. 1.160.000,- - 1.400.000,-/orang untuk 3 – 7 hari berburu. Aktivitas perburuan madu hutan memiliki beberapa resiko, 55% responden pernah kesasar (disorientasi lokasi), 30% responden pernah digigit satwa liar dan 15% responden mengatakan pernah terjatuh dari pohon sarang.

 


Kata Kunci


pemanenan, berburu, madu hutan dan perlengkapan

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Arif, Z.A.R. 2008. Karakteristik Pohon Tempat Bersarang Lebah Madu Hutan Di Taman Tesso Nilo, Pekanbaru. Skripsi Fakultas Kehutanan Universitas Lancang Kuning. (Tidak Dipublikasikan).

BKSDA NTB 2009. Wisata Alam Nusa Tenggara Barat. Brosur Balai Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Tenggara Barat, BKSDA NTB.

Evalina, L. H. 2008. Perkembangan Perolehan Madu Lebah Hutan (Apis dorsata) Oleh Pemanen Madu di Kabupaten Tapanuli Utara. Skripsi, Departemen Silvikultur Fakultas Kehutanan. Institut Pertanian Bogor. Tidak dipublikasikan

Gussuwana I, Yoza D dan Mardhiansyah, 2015 Karakteristik Pohon Sarang Lebah Dan Preferensi Lebah Bersarang Di Hutan Kepungan Sialang Desa Gunung Sahilan Kecamatan Gunung Sahilan Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Jurnal Online Mahasiswa, Fakultas Pertanian Universitas Riau. Volume 2 No. 2 Oktober Tahun 2015.

Hadisoesilo, S dan Kuntadi, 2007. Kearifan Tradsional dalm “Budidaya” Lebah Hutan (Apis dorsata). Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam, Bogor. 2007

Kuntadi, 2007. Uji Teknik Pemanenan Lebah Hutan Apis dorsata (Hymenoptera: Apidae). Prosiding Seminar Nasional PEI; Pengelolaan Serangga yang bijaksana menuju Optimasi Produksi Cabang Bogor, 6 November 2001

Kuntadi, 2011. Langkah‐Langkah Memaksimalkan Produksi Dan Produktivitas Koloni Lebah Madu (Apis sp.). Prosiding Gelar Teknologi Hasil Penelitian IPTEK untuk Kesejahteraan Masyarakat Sumba Barat, Pusat Litbang Konservasi dan Rehabilitasi. Waikabubak, 30 Nopember – 1 Desember 2011.

Mujetahid, A M, 2007. Teknik Pemanenan Madu Lebah Hutan Oleh Masyarakat Sekitar Hutan Di Kecamatan Mallawa Kabupaten Maros. Jurnal Perennial 4(1), Hal 36 : 40, Fakultas Kehutanan, Universitas Hasanuddin Makassar.

Nugraheni A. YMM, Saptadi Darmawan, Nurul Wahyuni, Retno Agustarini, 2013. Peran BPTHHBK dalam Peningkatan Kualitas Madu Alam Di Batudulang, Sumbawa. Proseding Seminar Sehari Kerjasama antara Balai Penelitian Teknologi Hasil Hutan Bukan Kayu dan Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sumbawa, Sumbawa, 27 November 2013.

Widowati, R. 2014. Studi Usaha Ternak Lebah Madu Indigenous Indonesia Apis cerana Secara Tradisional di Bali. Prosiding Seminar Nasional Program Studi Biologi Fakultas MIPA Universitas Hindu, Bali ISBN:978-602-9138-68-9 .


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.