PERTUMBUHAN DAN FISIOLOGI BIBIT TANAMAN CABAI KERITING (CAPSICUM ANNUUM L) PADA BERBAGAI KOMPOSISI MEDIA TANAM BERBASIS SUMBERDAYA LOKAL DI WILAYAH PESISIR

Saparso Saparso

Sari


Wilayah pesisir pantai merupakan salah satu potensi wilayah pengembangan hortikultura
dalam rangka menciptakan ketahanan pangan nasional yang harus didukung oleh agribisnis
pembibitan yang efisien berbasis sumberdaya lokal dan berkelanjutan. Penelitian ini
bertujuan untuk: 1) Menjelaskan pengaruh komposisi media tanam terhadap pertumbuhan
dan fisiologi tanaman cabai keriting. 2) Mendapatkan komposisi media tanam terbaik bagi
pertumbuhan dan fisiologi tanaman cabai keriting. Penelitian ini berlangsung dari bulan Juli
2016 sampai September 2016 di screenhouse Desa Adipala, Kecamatan Karang Anyar,
Kabupaten Cilacap. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap
(RAKL) dengan 1 faktor percobaan yaitu jenis media. Media tanam terdiri dari : 100% pasir,
100% cocopeat, 100%abu sekam, 100% bahan organik, 50% pasir dan 50% cocopeat, 50%
pasir 50% abu sekam, 50% pasir 50% bahan organik,50% cocopeat dan 50% abu sekam, 50%
cocopeat dan 50% bahan organik, 50% abu sekam dan 50% bahan organik,25% pasir 25%
cocopeat: 25% abu sekam 25% bahan organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1)
Komposisi media tanam dapat memberikan pengaruh nyata terhadapvariabel pertumbuhan
dan fisiologi tanaman cabai. 2) Media 100% bahan organik merupakan media tanam terbaik
dengan tinggi tanaman 16,76 cm, jumlah daun 8,20 helai, lebar daun 15,08 cm2, bobot segar
tanaman 0,96 g, bobot segar akar 0,35 g, bobot segar daun 0,39 g, bobot kering tanaman
0,160 g, bobot kering akar 0,055 g, bobot kering daun 0,064 g, dan lebar bukaan stomata 1,84
μm.


Kata Kunci


media tanam; wilayah pesisir; sumberdaya lokal; cabai

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.