ANALISIS PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHATANI BAYAM CABUT (AMARANTHUS TRICOLOR) SECARA MONOKULTUR DI LAHAN PEKARANGAN

Dyah Panuntun Utami, Arif Pramudibyo

Sari


Lahan pekarangan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan keluarga dengan cara
melakukan usahatani sayuran. Jenis-jenis sayuran yang biasa ditanam meliputi bayam,
kangkung, sawi, cabai, terong, tomat dan lain sebagainya. Salah satu desa yang telah
memanfaatkan lahan pekarangan di kecamatan Kutowinangun adalah desa Babadsari. Lahan
pekarangan di desa Babadsari cukup luas dan dimanfaatkan untuk melakukan usahatani
sayuran. Salah satu jenis sayuran yang dominan dibudidayakan adalah bayam cabut secara
monokultur.
Tujuan penelitian ini adalah i menganalisis usahatani bayam cabut sistem monokultur,
kelayakan usaha dan kontribusi usahatani bayam cabut terhadap pendapatan petani. Metode
penelitian adalah survei dan analisis data secara deskriptif analitis. Sampel berjumlah 43
petani, dan metode pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani bayam cabut sistem monokultur di lahan
pekarangan menguntungkan. Usahatani bayam cabut secara monokultur ditinjau dari
kelayakan usaha layak untuk diusahakan. Nilai R/C ratio sebesar 7,71 dan π/C sebesar 6,71.
Kontribusi usahatani bayam cabut secara monokultur di lahan pekarangan terhadap
pendapatan keluarga petani sangat tinggi yaitu 81,29%.


Kata Kunci


pekarangan; usahatani bayam; kelayakan usaha; kontribusi

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.