EVALUASI MUTU BERAS DI TINGKAT PENGGILINGAN PADI SKALA KECIL DI KECAMATAN PLUPUH KABUPATEN SRAGEN

Anna Aprilia Bella, Sri Marwanti, Susi Wuri Ani

Sari


Penggilingan padi skala kecil dapat digunakan sebagai proses menghasilkan produk akhir
(beras putih) yang langsung dikonsumsi dan bisa juga sebagai proses menghasilkan produk
antara yang berupa beras pecah kulit maupun beras glosor yang mana harus diolah lagi
menjadi beras putih melalui penggilingan padi skala besar maupun ke tempat pemolesan.
Pentingnya penelitian tentang mutu beras di tingkat penggilingan padi skala kecil yaitu untuk
mengevaluasi kualitas beras apakah sudah sesuai dengan permintaan pasar. Hal ini bisa
menjadi tolok ukur untuk menentukan beras di tingkat penggilingan padi skala kecil masuk
ke dalam kriteria beras kualitas baik atau beras kualitas rendah yang dapat dilihat dari
persentase banyaknya butir kepala sehingga dapat dilakukan tindakan perbaikan apabila beras
yang dihasilkan di bawah standar. Penelitian dilakukan pada bulan Mei sampai dengan Juni
2016 di Kecamatan Plupuh Kabupaten Sragen. Analisis mutu beras dilakukan pada 14
penggilingan padi skala kecil. Hasil penelitian rata-rata penggilingan padi skala kecil
menghasilkan persentase derajat sosoh dari masing-masing sampel sebesar 91,17%,
persentase kadar air sebesar 11,88%, persentase butir kepala sebesar 50,76%, persentase butir
patah sebesar 30,9%, persentase butir menir sebesar 11,14%, persentase butir merah sebesar
0,5%, persentase butir kuning sebesar 1,7%, persentase butir mengapur sebesar 4,74%,
persentase benda asing sebesar 0,14%, dan persentase butir gabah sebesar 0,08%. Hasil
penelitian menunjukkan 8,33% masuk SNI yaitu kelas Medium 3, sedangkan 91,67% diluar
kualitas.


Kata Kunci


beras; mutu beras

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.