EMISI GAS N2O DAN HASIL PADA BEBERAPA VARIETAS KEDELAI DI LAHAN TADAH HUJAN

Eni Yulianingsih, Ahmad Arif Darmawan, Jumari Jumari

Sari


Kedelai (Glycine max L) merupakan salah satu tanaman pangan yang dibudidayakan oleh
petani. Permintaan akan kedelai semakin meningkat seiringnya dengan pertambahan
penduduk. Lahan tadah hujan banyak digunakan untuk budidaya kedelai. Lahan tadah hujan
merupakan sumber antopogenik utama gas N2O yang memberikan kontribusi terhadap
pemanasan global. Emisi gas N2O menyumbang 6% dari total efek rumah kaca. Gas N2O
mempunyai indeks potensi pemanasan global sebesar 310 dan mempunyai masa waktu
tinggal 150 tahun. Salah satu upaya untuk mengurangi emisi gas N2O dan meningkatkan hasil
produksi tanaman kedelai adalah penggunaan varietas unggul kedelai yang adaptif. Penelitian
ini dilaksanakan pada bulan Juli-Oktober 2016 di kebun percobaan Balai Penelitian
Lingkungan Pertanian, Jakenan, Pati, Jawa Tengah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui
emisi gas N2O dan hasil pada beberapa varietas kedelai di lahan tadah hujan. Penelitian
menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga ulangan. Sebagai
perlakuannya yaitu 8 varietas keledai: Mitani (1), Mutiara-1 (2), Kaba (3), Detam-1 (4),
Detam-2 (5), Detam-4 Prida (6), Grobogan (7), dan Dering-1 (8). Variabel yang diamati
meliputi: jumlah polong isi, jumlah polong hampa, bobot biji per tanaman, bobot 100 biji,
emisi gas N2O (N2O kg/ha/musim). Perlakuan varietas berpengaruh nyata terhadap bobot 100
biji. Emisi gas N2O tertinggi pada varietas Detam-2 sebesar 2,89 kg/ha/musim dan emisi gas
N2O terendah pada varietas Mitani-1 sebesar 0,29 kg/ha/musim.


Kata Kunci


emisi; hasil; kedelai; N2O; tadah hujan

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.